3 Tips Menggabungkan Traditional dan Digital Marketing

Berdasarkan laporan dari CMO Council, lebih dari 33% dari Chief Marketing Officers (CMOs) melaporkan bahwa digital marketing akan meningkat hingga 75% atau lebih dari budget mereka di lima tahun mendatang. Sementara itu, banyak dari top brands mengatakan bahwa digital ads terakhir mencapai 25-35% dari keseluruhan biaya marketing.

Apakah Anda tahu jika hampir 80% dari konsumen lebih memilih direct mail, sedangkan hanya 45% memilih email marketing efforts?

Mengetahui hal ini, menunjukkan bahwa banyak tempat bagi traditional marketing yang bisa dihubungkan dan dikaitkan dengan digital marketing efforts Anda. Dengan menggabungkan mobile, online, social, dan traditional advertising, termasuk budget permitting – Anda dapat menjangkau konsumen atau audiens Anda melalui purchase journey ataupun channels yang mereka pilih.

Berikut adalah 4 cara untuk memperoleh keuntungan dari menggabungkan traditional dan digital marketing:

  1. Gabungkan Web-based Lead Gen dengan Direct Mail
    Bagaimana jika direct mail campaign Anda ditargetkan pada pelanggan yang telah melakukan opt-in dan sudah familiar dengan brand Anda berdasarkan ketertarikan utama mereka pada website atau social media channels?

    Waktu untuk mengumpulkan physical mailing addresses online tidak mudah, apalagi untuk membuat seseorang atau pelanggan memberikan alamat emailnya kepada Anda, maka solusi yang dapat dilakukan yakni dengan menawarkan insentif kepada para pelanggan. Anda dapat menyediakan kode kupon atau penawaran free trial, lalu konfirmasi email untuk tetap keep in touch dengan mereka.

  2. Gunakan Traditional Advertising untuk Mengendalikan Traffic ke Situs Sosial Anda
    Pada zaman digital sekarang ini, sudah sudah tidak heran lagi jika setiap flyer, brochure, business card, atau letter yang dibuat oleh bisnis Anda harus dengan social media handles Anda. Apakah itu berarti para pelanggan secara otomatis akan langsung follow sosial media Anda? Upps, jangan harap. Oleh karena itulah, kreatifitas dibutuhkan agar para pelanggan tertarik untuk melakukan *follow *sosial media Anda.

    Misalnya, mengapa Anda tidak melengkapi usaha atau bisnis Anda dengan foto-foto yang unik di samping mascot dari brand perusahaan Anda lalu meminta pelanggan agar membagikannya secara online? Atau contoh lainnya mungkin Anda dapat menawarkan diskon kepada siapapun yang telah mem-follow brand Anda? Jangan lupa untuk meminta mereka agar menyertakan hastag kapanpun saat mereka memposting sesuatu yang terkait dengan bisnis Anda.

  3. Temukan Sebuah Direct Marketing Partner untuk Memandu Anda
    Hanya karena kita tinggal di dunia digital, bukan berarti bahwa harus membuang semua yang kita tahu dan kita suka tentang traditional advertising. Faktanya adalah kita justru harus melakukan time-tested principles dan mengaplikasikan traditional marketing tersebut ke dalam digital campaigns kita. Setiap campaigns, selain memerlukan platform (seperti : MailTarget), juga harus berfokus pada produk, harga, tempat, atau promosi, dan mengendalikan desired action dari pelanggan.

Jadi yang perlu diingat adalah jangan sekali-kali meninggalkan yang tradisional, karena dulu kita terlahir atau bisa melakukan sesuatu dari sana dan dimulai dari yang tradisional terlebih dahulu. Hal yang perlu dilakukan yakni bagaimana caranya menggabungkan kedua hal tersebut, traditional dan digital marketing.

Jika Anda menyukai artikel ini, kami mengirimkan newsletter yang berisikan tips & perkembangan seputar email marketing gratis, silakan bergabung [disini]. Baca juga artikel-artikel lain seputar email marketing di blog MailTarget dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MailTarget untuk informasi lainnya seputar MailTarget dan berita-berita terbaru. Don’t miss it.


MailTarget.co adalah sebuah perusahaan SaaS (software as a service) yang membuat email system dengan teknologi artificial intelligence.