4 Tips untuk Mengurangi Unsubscribe Rate hingga < 1%

Sebagai pelaku bisnis yang memanfaatkan email marketing, Anda akan dihadapkan pada permasalahan yang berhubungan dengan tingginya unsubscribe rate. Meskipun permasalahan ini dapat terjadi pada siapa saja, rata-rata prosentase unsubscribe rate yang dapat diterima adalah kurang dari 1%.

Namun, bagaimana jika prosentase unsubscribe rate mengalami peningkatan secara drastis dan tidak dapat dikendalikan oleh para pelaku bisnis?

Mengalami peningkatan unsubscribe rate secara drastis bisa dikatakan sebagai malapetaka bagi para pebisnis. Bagaimana tidak? Para pelanggan Anda lebih memilih untuk memutuskan hubungan dengan perusahaan Anda, tentu saja hal tersebut menunjukkan adanya ketidakberesan pada email yang telah dikirimkan.

Good news for you, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan jumlah unsubscribe rate. Pada intinya, Anda hanya harus berpegang teguh pada prinsip yang sangat sederhana ini: memahami segala macam kekhawatiran para pelanggan, serta melakukan segmentasi email Anda sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan para pelanggan.

Berikut 4 simple tips untuk mencegah para pelanggan melakukan unsubscribe pada email Anda.

  1. Personalisasikan email list Anda
    Janganlah Anda hanya mengirimkan email secara massal, salah satu hal yang sangat perlu dipelajari oleh para pebisnis email marketing adalah melakukan segmentasi pada email. Dengan melakukan segmentasi, Anda dapat membuat sub-list dari banyaknya daftar pelanggan yang ada. Sub-list tersebut dapat berdasarkan pada lokasi para pelanggan, minat, karir dan berbagai macam kategori lainnya. Hal ini dilakukan agar Anda dapat menghindari adanya pengiriman email yang tidak relevan dan kemudian abrakadabra bukan sulap bukan sihir para pelanggan Anda menghilang.

    Mungkin Anda dapat mencoba untuk mengimplementasikan email personalization yang disesuaikan dengan masing-masing preferensi pelanggan Anda. Mengapa Anda tidak melacak barang yang pernah dibeli oleh para pelanggan sebelumnya? Tawarkan exclusive access untuk mendapatkan beberapa promosi secara online, diskon dan beberapa informasi lainnya tentang latest deals in town. Pada tulisan sebelumnya kami telah menuliskan Personalisasi Email Marketing Tidak Sesederhana Itu mungkin bisa Anda jadikan referensi untuk melakukan email personalization.

  2. Perhatikan frekuensi pengiriman email Anda
    Seperti pada tulisan kami yang berjudul Macam-Macam Kesalahan Fatal Dalam Email Marketing, menyebutkan bahwa salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah Anda jarang atau bahkan tidak pernah mengirimkan email.

    Namun, jika Anda mengirimkan email yang terlalu banyak dan sering dapat menyebabkan para pelanggan terasa terganggu dengan adanya kehadiran Anda. Ingat, Anda adalah seorang pebisnis online bukan seorankekasih yang sedang menjalani hubungan percintaan jarak jauh. Coba Anda kirimkan email secara konsisten, namun tetap dengan interval waktu yang masuk akal.

    Mungkin Anda dapat melakukan survei kepada para pelanggan mengenai seberapa sering mereka menginginkan adanya kiriman email. Langkah ini tepat untuk dilakukan sehingga Anda sebagai pebisnis dapat mengetahui secara tepat keinginan para pelanggan.

  3. Menciptakan email subject yang singkat, sederhana dan menarik ketertarikan para pembaca
    Kami telah menyinggung mengenai *email subject *pada tulisan sebelumnya yang memiliki judul Tips Menciptakan Subjek Email Yang Menarik bahwa “people do judge emails by their subject lines”.

    Yups, subject lines merupakan aspek yang penting dalam memberikan dampak kuat terhadap sikap para pelanggan terhadap email yang Anda kirimkan. Dengan hanya membaca subject lines, para pelanggan sudah dapat memutuskan apakah mereka tertarik dengan email tersebut atau tidak.

    Dalam menciptakan suatu email subject, Anda harus mengingat : KISS — Keep It Short and Simple. Batasi penggunaan subject line sebanyak 35–40 karakter. Jangan lupa subject line harus dapat menggambarkan bagaimana isi dari email yang dikirimkan secara keseluruhan.

  4. Unsubscribe confirmation email — “senjata terakhir” Anda
    Inilah fakta yang harus Anda hadapi, sekeras apapun Anda berusaha, sekeren apapun konten email marketing Anda, Anda tetap harus merelakan orang-orang yang sudah tidak mau berurusan dengan perusahaan Anda. Namun, Anda tidak harus langsung melupakan mereka begitu saja. Anda harus memiliki satu cara yang terakhir untuk menahan para “mantan” pelanggan tersebut supaya mau kembali kepada perusahaan Anda. Kami pernah mendengar suatu ungkapan: accidental unsubscribers happen occasionally.

    Anda dapat melakukan pemanfaatan terhadap unsubscribe confirmation email. Anda dapat mengirimkan auto-responder email untuk memastikan bahwa orang-orang tersebut benar-benar ingin berhenti berlangganan, bukan karena ketidaksengajaan mengklik tombol unsubscribe.

Mengetahui adanya prosentase unsubscribe rate yang tinggi mungkin dapat menjadi salah satu hal yang paling mengecewakan dalam bisnis email marketing, karena email list adalah salah satu aset dalam bisnis Anda yang paling berharga. Tingginya jumlah unsubscribe rate sama dengan terbakarnya penghubung antara Anda dengan sumber pendapatan Anda. Menyedihkan, bukan?

What do you think about our article? Pastikan Anda terus mendapatkan informasi dan tips ‘n tricks seputar dunia email marketing, Anda dapat bergabung di channel telegram kami or click here to subscribe our newsletters.


MailTarget.co adalah sebuah perusahaan SaaS (software as a service) yang membuat email system dengan teknologi artificial intelligence.