Image courtesy of unsplash.com

Berdasarkan laporan non-profit communication trends, non-profit marketers menghabiskan lebih banyak waktu dalam mempublikasikan email newsletters. Hal itu dikarenakan email merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk stay in touch dengan para supporter.

Ketika kebanyakan bisnis non-profit menghabiskan banyak sumber daya untuk menulis email newsletter mereka, akan tetapi ternyata masih banyak yang tidak dapat menggunakan cara ini seefektif yang seharusnya.Berikut adalah kesalahan yang paling umum dari non-profit email newsletter.

1. Menambahkan orang tak dikenal ke dalam list Anda tanpa persetujuan mereka

Jika Anda ingin membangun email list yang tidak berguna, mulailah dengan menambahkan orang tak dikenal ke dalam list Anda. Tambahkan orang-orang yang tidak memberikan persetujuan mereka untuk bergabung ke dalam email list Anda. Jika Anda melakukan hal ini (wohoo, how dare you do that?), Anda akan melihat angka click rates yang sedikit, sama seperti rendahnya tingkat deliverability. Sebaliknya, Anda harus menanyakan persetujuan setiap email subscriber untuk ditambahkan ke dalam list Anda.

Satu hal yang harus Anda ingat, walaupun yang Anda kirimkan adalah non-profit email newsletters namun bukan berarti semua orang mau memberikan bantuan.

Cara yang paling mudah untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan persetujuan adalah melalui sebuah email verifikasi. Cara ini memastikan bahwa subscriber Anda adalah manusia (bukan bots atau seseorang yang menggunakan email teman mereka), yang akan membantu Anda membangun list dari orang-orang yang memang berminat untuk melakukan donasi, menjadi volunteer dan tidak menutup kemungkinan mereka akan membantu menyebarluaskan alasan Anda.

Dan memang benar list Anda tidak akan tumbuh cepat dengan cara ini, tetapi kualitas akan menang melawan kuantitas dalam kurun waktu jangka panjang. Kami pernah menuliskan mengenai cara mendapatkan subscriber untuk newsletters di sini.

2. Memberi konten yang tidak menarik kepada subscriber

Luangkan waktu sebentar dan login ke email marketing software Anda. Lihat laporan dari email newsletter Anda yang paling baru dan lihat pada bagian click rates. Bagaimana perbandingannya dengan email terbaik Anda?

Jika click rates lebih dari 50% dari email, Anda memiliki banyak ruang untuk mengalami peningkatan, and that is awesome! Berikut adalah 4 tips yang dapat meningkatkan email newsletter Anda :

  • Pastikan orang yang Anda kirimi newsletter tertarik dengan apa yang sedang Anda kerjakan.
  • Pastikan newsletter Anda memiliki cerita yang sempurna (tentang hasil dan volunteer)
  • Pastikan newsletter Anda memiliki calls-to-action yang jelas, jawab semua pertanyaan subscriber : “bagaimana saya dapat terlibat?”
  • Pastikan pesan Anda tentang subscriber Anda, apa yang dapat mereka lakukan. Bukan mengenai organisasi Anda.

3. Mengirim newsletter pada semua orang

Hanya karena seseorang menghadiri acara tahunan, bukan berarti mereka mau menerima email newsletter dari Anda. Seperti yang telah kami sebutkan di atas mengirim newsletter kepada orang yang tidak memberikan persetujuan akan membuat kualitas list Anda menurun.

Sebaliknya, follow up peserta event kemudian undang mereka untuk mengikuti newsletter Anda sebagai langkah berikutnya. Mereka hanya peserta event Anda, jadi pastikan mereka ingin mendapat kabar dari Anda secepatnya, banyak dari mereka yang akan bertanya kepada diri mereka sendiri, “apa yang harus saya lakukan agar bisa lebih terlibat?”

4. Tidak meminta orang-orang untuk terlalu banyak melakukan tindakan

Tujuan dari Anda mengirimkan newsletter adalah untuk mengikutsertakan supporter Anda pada jalan dimana mereka dapat memberikan bantuan. Ingatlah, mereka sudah berdonasi, menjadi volunteer, menandatangani petisi, atau bergabung dengan email list Anda. Mereka tertarik dengan apa yang Anda kerjakan dan mereka ingin tahu apa lagi yang dapat mereka lakukan untuk Anda.

Namun, jangan sampai Anda meminta mereka melakukan hal-hal yang terlalu rumit atau bahkan ribet. Baik itu memberikan donasi atau hanya sekedar menonton video, email newsletter Anda harus memiliki aksi yang rinci dan ringkas yang dapat membuat subscriber lebih terlibat. Semisal, satu klik untuk jawaban “ya” untuk mengarah pada banyak “ya” lainnya.

5. Tidak menggunakan mobile email template

Berdasarkan penelitian, 80% dari email subscriber Anda akan menghapus sebuah email jika mereka tidak dapat membacanya dengan mudah terutama dalam mobile devices. Semakin banyak orang yang membaca email melalui perangkat mobile mereka, maka bantuan yang dapat Anda peroleh juga semakin banyak. Contoh email marketing tools yang saat ini menyediakan mobile templates adalah MailTarget. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menerbitkan sebuah mobile-friendly email newsletter.

Dengan Anda menghindari kesalahan tersebut, kemungkinan email tersebut akan dibuka dan diklik akan semakin besar. Selain itu, Anda dapat memulai percakapan dengan lebih mudah ke para supporter.

 

Ayo bergabung dengan ke channel telegram MailTarget atau subscribe ke newsletter MailTarget [disini].


MailTarget.co adalah sebuah SaaS (Software as a Service) startup yang berasal dari Jakarta. Kami membuat e-mail marketing automation berbasiskan cloud computing yang bertujuan untuk membantu UKM untuk mengembangkan usaha mereka dan menjangkau audiens yang lebih luas lagi, didukung oleh Relevant Technology.

 

 

 

0