5 Taktik Email Marketing dalam E-commerce yang Wajib Anda Pahami

Pernahkah Anda memerhatikan ketika Anda pergi ke suatu toko, dan seorang sales terus mengikuti seorang pelanggan dan menawarkan banyak barang? Meskipun mereka berniat membantu mencari barang yang diinginkan pelanggan, namun sangat jelas terlihat bahwa apa yang mereka lakukan adalah menjual sebuah produk, dan karena hal itulah pelanggan merasa terganggu dan tidak nyaman. Anda pun juga pasti demikian.

Sama halnya dengan email marketing dalam e-commerce. Ketika Anda mengirim begitu banyak email promosi dan secara gencar menawarkan produk, maka secara otomatis Anda akan di cap sebagai sales oleh para penerima email.

Email bukan hanya sebuah cara untuk membuat seseorang membeli produk Anda, lebih dari hal itu, email adalah sebuah media komunikasi antara Anda dengan pelanggan, sehingga membentuk suatu kesempatan untuk menunjukan bahwa Anda memahami mereka dan keinginannya.

Itu adalah cara Anda membangun kepercayaan dan loyalitas yang dapat mengubah pelanggan baru menjadi pelanggan tetap. Seiring berjalannya waktu mereka akan menganggap Anda sebagai partner dan bukannya seorang sales yang berusaha menjual barang kepada mereka.

Tapi, tujuan utama Anda memang adalah menjual produk, bagaimana caranya Anda tetap mampu menjual produk sejalan dengan mendapatkan kepercayaan pelanggan?

Mari duduk sejenak dan memahami 5 taktik berikut ini tentang bagaimana membuat email marketing sukses dalam e-commerce.

Tidak semua channel membutuhkan perlakuan yang sama

Anda pastinya sudah sadar bahwa semakin banyak channel yang digunakan maka akan semakin banyak pelanggan Anda, channel tersebut termasuk e-commerce dan marketplace.

Anda mendapatkan subscriber dari setiap channel yang digunakan, pertanyaannya, apakah Anda mengirim email yang sama kepada mereka? Bayangkan hal ini, seseorang yang membeli produk Anda dengan terlebih dahulu membaca detail brand Anda melalui website memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk membeli dari Anda lagi ketimbang mereka yang melihat iklan Anda di facebook, instagram, atau twitter. Dan Anda harus ingat bahwa fungsi email marketing adalah agar pelanggan kembali membeli produk Anda.

Subscriber atau pelanggan yang Anda dapatkan dari setiap channel yang berbeda, tentu saja membutuhkan perlakuan yang berbeda karena mereka memiliki ketertarikan yang berbeda pula.

Inilah mengapa segmentasi sangat penting dalam email marketing. Membagi mereka ke dalam segmen-segmen akan memudahkan Anda untuk menentukan email campaign seperti apa yang harus Anda kirim ke tiap-tiap segmen.

Okay, semisal Anda baru memulai untuk mencari pelanggan, mungkin membagi segmen akan mudah, tapi bagaimana jika email list sudah tercampur dan tidak tahu lagi siapa yang dari channel mana.

Sebenarnya cukup mudah. Jika Anda menggunakan email marketing provider seperti MailTarget, Anda cukup mengirimkan satu email kepada seluruh subscriber, setelah itu Anda akan mendapatkan laporan dari email yang dikirimkan tersebut. Dari sana Anda dapat membagi segmen seperti siapa saja yang membuka email tersebut, atau melalui web browser apa subscriber membukanya. Segmen tidak selalu terpaku pada channel mana subscriber tersebut berasal.

Waktu pengiriman email sama pentingnya dengan email yang Anda kirim

Ketika berbicara mengenai e-commerce, kesempatan Anda untuk mendapatkan perhatian dari pelanggan sangat terbatas. Tidak hanya Anda saja yang juga memanfaatkan lahan e-commerce. Iklan online ada dimana-mana, di website, aplikasi mobile, media sosial, dan juga dalam inbox.

Email memang adalah media terbaik untuk meraih pelanggan, karena email Anda akan terkirim ke inbox secara real-time. Saat ini, kebanyakan email dibuka melalui perangkat mobile, sehingga dapat diakses kapanpun dan dimanapun.

Seperti yang sebelumnya dijelaskan, saingan Anda dalam inbox pelanggan pun sangat banyak, jadi bukan hal yang mengejutkan jika waktu pengiriman email sangat mempengaruhi seberapa tinggi open rates Anda.

Banyak artikel yang menjelaskan hari dan waktu terbaik untuk mengirim email agar open rates Anda tinggi. Namun, sebenarnya, cara terbaik adalah Anda melakukan trial and error karena untuk setiap bisnis hasilnya akan berbeda.

Ketika Anda mengirim email di waktu yang tepat, ini menunjukan bahwa Anda memang peduli terhadap mereka dan kebiasaan mereka.

Bangun reputasi secara konsisten

Saat Anda sudah mendapatkan perhatian pelanggan. Bukan berarti semua sudah beres. Anda tidak boleh memberikan konten yang tidak sesuai dengan mereka. Kualitas yang konsisten adalah sebuah keharusan.

Terdapat 2 komponen yang membuat brand Anda menjadi kuat dan membedakan Anda dari kompetitor yaitu konten dan desain.

  1. Konten
    Untuk membuat konten Anda sesuai dengan pelanggan Anda, pertama Anda harus memahami apa yang mereka inginkan. Lihat email campaign mana yang memiliki open dan click rates tertinggi, cek dan analisa website Anda untuk melihat konten seperti apa yang paling banyak dibaca, dan juga cek halaman produk, apa yang paling banyak dibeli, baca komentar dan review.

    Pemahaman yang lebih dalam tentang tentang pelanggan Anda akan membuat Anda mampu mengirim konten yang tepat kepada subscriber yang tepat.

  2. Desain
    Anda sudah menemukan konten yang tepat. Tapi semuanya sia-sia tanpa desain yang menarik.

    Tapi lagi-lagi, masalahnya adalah tidak semua orang master dalam mendesain. Solusinya adalah Anda dapat menggunakan email marketing provider yang menyediakan template desain email dan memberikan fitur drag and drop untuk memudahkan Anda.

Perhatikan laporan analitis

Mana yang lebih Anda pilih, pelanggan menganggap Anda sebagai partner atau menganggap Anda sebagai sales?

Apa yang dapat Anda lakukan agar Anda dianggap sebagai partner? Anda tidak boleh hanya sekedar mengirim email. Memanfaatkan laporan hasil analitis email yang Anda kirimkan.

Misalnya jika Anda menggunakan MailTarget, Anda akan tahu siapa saja yang menerima, membuka email, membuka tautan, berhenti berlangganan email Anda dan email yang tidak terkirim karena salah alamat/ email tidak aktif. Tidak hanya itu, dimana lokasi (negara & kota) pelanggan, waktu membuka, operating system, device yang digunakan dan jenis browser user, juga termasuk dalam laporan tersebut.

Nah, dengan data-data tersebut Anda dapat membuat label segmen baru sehingga Anda akan lebih memahami para pelanggan, semisal tentang bagaimana harus mengkomunikasikan produk kepada pelanggan yang tinggal di kota yang berbeda. Sama seperti taktik sebelumnya, setiap label segmen butuh penanganan yang berbeda.

Jangan lupa feedback

Tidak pernah salah jika Anda membuat pelanggan merasa bahwa mereka penting untuk Anda. Ingat, email marketing bukan tentang membuat seseorang melakukan apa yang Anda inginkan, tapi untuk membangun hubungan dengan pelanggan.

Jadi, jangan hanya mengirim email yang mengarahkan pelanggan untuk membeli sesuatu, tapi sesekali Anda harus mengirim email yang meminta feedback dari pelanggan, atau email ucapan terima kasih. Ini akan memberikan kesan positif untuk membangun kepercayaan pelanggan dan loyalitas mereka.

Kesimpulan : Untuk membangun rencana email marketing untuk e-commerce, pertama Anda harus memahami betapa pentingnya peran email dalam berkomunikasi dengan pelanggan.

Mulai dengan memahami siapa pelanggan Anda dan melalui channel apa mereka menemukan Anda. perlakukan mereka secara individual. Jangan selalu mengirim email tentang Anda dan produk Anda sepanjang waktu. Mintalah masukan dari mereka dan perlihatkan bahwa masukan mereka sangat penting bagi Anda.

Apakah tips diatas menarik bagi Anda? Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan lebih banyak tips lainnya seputar email marketing. Atau Anda dapat bergabung dengan channel telegram MailTarget.


MailTarget.co adalah sebuah perusahaan SaaS (software as a service) yang membuat email system dengan teknologi artificial intelligence.

MailTarget

MailTarget

We build email system with AI