5 Tips Menarik Perhatian Kaum Millenial Melalui Email

Anda pasti pernah mendengar istilah-istilah seperti generasi baby boomers, X, hingga generasi millenial. Dan biasanya perbedaan setiap generasi ini dibedakan oleh teknologi yang digunakan. Tapi apakah Anda memahami siapa yang disebut kaum millenial? Millenial biasanya diidentikan dengan mereka yang hidup di era smartphone dan wifi, mereka yang lahir antara tahun 1981 – 2000.

Generasi millenial adalah sasaran pasar saat ini yang membutuhkan perlakuan khusus, dan karena itulah Anda harus memiliki strategi yang sesuai agar mampu menarik perhatian mereka.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan pada sasaran pasar generasi millenial, apa saja?

  1. Fokus pada teks dan subjek email
    Jika Anda memperhatikan, usia kaum millenial saat ini antara 17 hingga 36 tahun. Mereka masih memilih teks sebagai metode komunikasi. Misalnya sms atau saat ini dengan chat melalui aplikasi tertentu. Oleh karena itu sangat jelas bahwa membaca email bukanlah hal yang mengganggu bagi mereka, akan tetapi hanya jika mereka mengganggap subjek email menarik bagi mereka, jadi, pastikan Anda membuat subjek semenarik mungkin.

    Satu hal yang harus Anda ingat adalah untuk selalu menjaga agar teks dalam email Anda sependek mungkin tanpa menghilangkan tujuan Anda mengirim email.

  2. Hindari telepon
    Memasarkan sesuatu melalui telepon masih menjadi salah satu cara yang banyak digunakan oleh pebisnis di Indonesia, misalnya saat menawarkan asuransi. Tapi percayalah, menggunakan telepon sebagai media promosi Anda adalah ide yang buruk.

    Video masih menjadi strategi yang baik, tapi telepon? No. Generasi millenial kebanyakan menganggap bahwa panggilan telepon adalah invasi privasi mereka. Dan mereka akan sangat tidak nyaman dengan hal itu.

  3. Pilih sales person yang tepat
    Karena perlakuan kepada generasi millenial sangat khusus, maka orang yang Anda pekerjakan sebagai sales person juga harus khusus. Generasi millenial biasanya lebih menghargai dan responsif terhadap mereka yang lebih tua misalnya dari generassi X (mereka yang lahir tahun 60 an hingga 80 an). Jadi untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda harus mempekerjakan mereka dari generasi millenial itu sendiri, atau seseorang yang lebih senior.

  4. Show don’t tell
    Jika konten yang Anda kirim merupakan sesuatu yang panjang, jangan mengirimnya hanya dalam bentuk teks. Tunjukan, bukan bercerita panjang lebar melalui teks. Generasi milineal lebih memilih video, infografis, atau gambar, sesuatu yang tidak hanya berupa plain text. Video dengan musik, animasi, dan karakter unik akan semakin menarik bagi mereka.

  5. Sarana komunikasi yang aman
    Kaum millenial tidak suka bertatap muka dengan orang asing, tidak suka pula menerima panggilan telepon, jadi hindari hal ini. Berikan mereka sebuah platform komunikasi yang ‘aman’ dimana Anda dan mereka dapat saling berkomunikasi tanpa harus melakukan salah satu dari dua hal di atas. Inilah mengapa keberadaan e-commerce sangat disukai oleh generasi millenial. Dan media komunikasi yang dapat Anda gunakan seperti melalui aplikasi chat atau email.

    Tapi, generasi millenial juga open minded, bertemu dalam dunia nyata bukanlah hal yang tidak mungkin jika mereka merasa nyaman dan memiliki alasan untuk bertemu.

Kunci dari memasarkan produk adalah memahami pelanggan Anda. Generasi millenial memang membutuhkan perhatian khusus, tapi mereka memang adalah sasaran pasar yang bagus. Jadi, semakin Anda memahami mereka semakin mudah juga bagi Anda menarik perhatian mereka.

Jangan lewatkan artikel lainya di blog MailTarget. Subscribe newsletter kami disini, atau Anda dapat bergabung dengan channel telegram MailTarget.


MailTarget.co adalah sebuah perusahaan SaaS (software as a service) yang membuat email system dengan teknologi artificial intelligence.

MailTarget

MailTarget

We build email system with AI