6 Langkah untuk "Membersihkan" Email List Anda

Dari waktu ke waktu Anda pasti pernah merasa jenuh, lalu apa yang akan Anda lakukan? Bersih-bersih tempat tinggal dan ganti suasana baru mungkin dapat menjadi pilihan Anda.

Kemudian, bagaimana dengan email list Anda? Apa perlu dibersihkan juga? Tentu, Anda dapat menyebut ini sebagai “list hygiene”, hal ini memang area yang tidak terlalu diperhatikan dalam email marketing, tapi percayalah, jika Anda melakukan ini dengan benar, ada banyak keuntungan di dalamnya.

So, apa sebenarnya list hygiene?

Sederhananya, list hygiene menjaga email list Anda agar tetap bersih. Secara berkala membuang beban seperti kontak yang tidak aktif, unsubscriber, atau bounces.

Anda mungkin percaya bahwa semakin besar list, semakin bernilai pula. Tapi Anda harus ingat, kualitas di atas kuantitas. Jadi, lebih baik memiliki 10.000 subscriber yang memang ingin menerima email Anda dibandingkan dengan 100.000 subscriber yang tidak peduli pada email Anda.

Anda dapat mengikuti 6 langkah berikut untuk memulai list hygiene :

1. Singkirkan beban

Hal pertama yang harus Anda lakukan, pertimbangkan untuk membuang subscriber yang sama sekali tidak membuka email Anda dalam kisaran waktu tertentu. Kenapa? Semakin banyak subscriber yang terikat berarti semakin baik juga *deliverability *Anda.

Jika Anda mengirim email secara berkala, salah satu caranya, Anda dapat menegcek siapa yang tidak membuka email dalam kurun waktu 3 bulan. Lakukan ini secara berkala. Namun sebelum Anda benar-benar membuang jenis subscriber yang seperti itu, alangkah lebih baik Anda membaca artikel kami berikut ini mengenai subscriber yang tidak aktif.

2. Re-engage kontak Anda

Setelah melakukan cara pertama, sekarang Anda tahu berapa banyak kontak yang sudah tidak tertarik dengan Anda, saatnya Anda memikirkan strategi re-engagement. Ini berbeda dengan win-back email, email yang mengingatkan kontak untuk membeli seseuatu yang telah mereka abaikan. Sebuah re-engagement email bertujuan untuk menarik kontak agar kembali terhubung dengan email dan brand Anda.

3. Buat re-engagement email

Anda tentu tidak mau kehilangan lebih banyak kontak, sebelum Anda mulai bersih-bersih, Anda harus memikirkan hal ini :

  • Campaign yang mana yang Anda targetkan kembali, dan mengapa.
  • Buyer persona

Buat re-engagement email yang mengandung :

  • Menunjukan alasan mengapa subscriber menyukai Anda
  • Menggunakan lead magnet untuk mengkonfirmasi subscription

4. Pasang automation

Oke, sekarang Anda sudah membuat re-engagement email yang tinggal dikirim. Tapi bagaimana Anda dapat memutuskan siapa yang harus menerima dan siapa yang tidak dengan mudah? Jika Anda memilah secara manual, akan banyak memakan waktu dan tenaga, den tentu dengan tingkat kesalahan tinggi. Untuk mengatasi hal ini Anda dapat menggunakan marketing automation.

MailTarget menyediakan fitur email automation yang akan memudahkan dalam pengiriman email Anda.

5. Say thanks

Selanjutnya, Anda tidak boleh lupa untuk membuat thank you page karena ini merupakan hal yang penting untuk mendekatkan diri dengan pelanggan Anda (baca selengkapnya di sini), yang harus Anda ingat : jangan lupa menambahkan CTA atau penawaran di thank you page Anda.

6. Do it again!

Terakhir, Anda harus melakukan langkah 1 sampai 5 secara berkala, tidak hanya satu kali, akan tetapi dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini akan sangat membantu Anda dalam mengontrol email list.

Jadi jangan lupa untuk terus mengontrol list email Anda. Ingat, kualitas diatas kuantitas. Selamat melakukan list hygiene!

Silakan bergabung dengan channel telegram MailTarget. Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips dan trik menarik lainnya seputar email marketing.


MailTarget

MailTarget

We build email system with AI