#7 Weekly Sharing : Perkenalkan, Game

Game, khususnya board game sudah ada sejak zaman dahulu. Salah satunya board game tertua yang pernah ditemukan adalah board game Senet. Senet ditemukan pada abad 31 SM di Mesir Kuno. Game ini bisa dibilang menyerupai game Halma.

Lalu ada game Mancala atau kalau di Indonesia lebih dikenal dengan nama Dakon / Congklak. Game ini terdapat di berbagai negara dengan lebih dari 800 nama lokal. Mancala termasuk game yang paling populer di Asia dan Afrika.

Board game yang paling dikenal berikutnya adalah Monopoly, game tentang jual, beli dan sewa properti 😁. Kalau kamu anak 90an, mungkin masih merasakan memainkan game ini pada waktu bulan ramadhan. Sebetulnya, sebelum ada Monopoly itu terdapat game serupa berjudul The Landlord's Game, namun yang terkenal tetap saja Monopoly.

Dan tentunya masih terdapat banyak lagi game-game terkenal yang ada di dunia. Tapi tahukah kamu siapa yang membuat board game tersebut?

Game sama seperti benda atau karya lainnya. Dibalik sebuah game terdapat pembuatnya yang disebut Game Designer, baik perorangan atau yang dibuat secara tim. Di dunia board game, dulu banyak terdapat boardgame bertemakan Indonesia namun tidak dibuat oleh orang Indonesia.

Seperti boardgame berjudul Borneo, Batavia, Bali, Expedition Sumatra, Java bahkan ada boardgame yang berjudul Indonesia dan bukan dibuat oleh orang Indonesia.

Isinyapun kurang mencerminkan sisi ke-Indonesia-an-nya. Salah satunya adalah boardgame Expedition Sumatra yang berisi tentang perburuan hewan langka dan menjualnya di pasar gelap.

Beruntung, semenjak beberapa tahun yang lalu sudah mulai banyak boardgame bertemakan Indonesia yang dibuat oleh orang Indonesia. Salah satunya adalah Waroong wars, boardgame ini bercerita mengajarkan kita menjadi penjual makanan khas surabaya.

Ya, betul. Game dapat digunakan sebagai media belajar. Seperti game monopoly yang mengajarkan kita mengelola properti, waroong wars yang mengajarkan kita menjadi penjual makanan khas. Bahkan boardgame juga bisa digunakan untuk mengajarkan siswa sekolah dasar untuk memilah sampah.

Sayangnya di Indonesia game masih memiliki pandangan negatif bagi sebagian orang, terutama para orang tua. Padahal game bisa menjadi media yang cukup potensial seperti media-media lainnya.

Game juga sering dipandang hanya sebagai media hiburan, padahal game bisa diimplementasi dan dimanfaatkan berbagai bidang sebagai media pembalajaran.

Game juga masih dianggap tidak mempunyai pengaruh apapun bagi kemajuan masyarakat. Padahal game juga dapat digunakan untuk mempromosikan budaya dan nilai-nilai positif.

Seperti karya lainnya, game juga mempunyai sisi buruk apabila dimainkan secara berlebihan, namun bukan berarti tidak mempunya manfaat sama sekali. Karena itu, mari bersama-sama menghadirkan pesan positif game secara berimbang kepada masyarakat.

"Games share four defining traits: a goal, rules, a feedback system, and voluntary participation." - Jane McGonigal

Ditulis oleh : Reza Faiz A Rahman (Designer UI/UX of MailTarget)
Disunting oleh : MailTarget Team

*) Weekly sharing adalah sebuah kegiatan berdiskusi yang dilakukan oleh tim MailTarget. Para anggota tim MailTarget setiap minggunya secara bergiliran menjadi pemateri dari sesi berdiskusi tersebut.


MailTarget.co adalah sebuah perusahaan SaaS (software as a service) yang membuat email system dengan teknologi artificial intelligence.