Apa yang Dimaksud dengan Soft Bounces dan Hard Bounces?

Banyak istilah-istilah dalam email marketing yang mungkin sudah atau belum Anda ketahui sebelumnya. Jika Anda merupakan seorang marketer, tentu istilah-istilah dalam email marketing sudah tidak asing di telinga Anda. Akan tetapi, sebagian dari Anda yang merupakan orang awam mungkin masih menanyakan pengertian dari istilah-istilah tersebut.

Pada artikel kali ini, kami ingin mengajak Anda untuk mengenal kembali istilah yang terdapat dalam email marketing. Apakah Anda familiar dengan istilah soft bounces dan hard bounces? Berikut adalah ulasan singkat dari kami mengenai soft bounces dan hard bounces:

Definisi dari Email Bounce

Email bounce menandakan pesan email Anda yang gagal dikirimkan. Saat pesan email Anda telah dikirimkan, pengirim email mendapatkan pemberitahuan otomatis bahwa email tersebut gagal dikirimkan. Biasanya bounce message akan memberikan informasi yang penting kepada Anda untuk membantu Anda mengidentifikasi alasan dari kegagalan pengiriman email Anda. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

  • Waktu dan tanggal dari pesan yang dikirimkan
  • Mail server yang digunakan untuk mengirimkan pesan

Soft Bounce vs. Hard Bounce

Terdapat 2 jenis dari bounces yang dapat Anda terima yakni soft bounce dan hard bounce. Soft bounce berarti bahwa alamat emailnya valid dan pesan email tersebut dapat diterima oleh server penerima email. Tetapi email tersebut dapat dilambungkan kembali (bounce back) karena:

  • Kotak masuk (mail box) sudah penuh atau kotak masuk pengguna email sudah melebihi kapasitas yang ada
  • Server-nya sedang dalam perbaikan karena down
  • Pesan yang dikirimkan terlalu besar bagi kotak masuk penerima email

Di lain sisi, hard bounce muncul saat pesan yang Anda kirimkan ditolak secara permanen karena:

  • Alamat email yang dituju salah atau invalid
  • Alamat email yang dituju tidak bisa dikenali atau tidak ada

Berdasarkan RFC code, hard bounces digambarkan oleh 5XX code dan soft bounces digambarkan oleh 4XX code. Tetapi tidak semuaISP mengikuti kode tersebut secara konsisten, jadi mungkin saja ada perkecualian untuk aturan ini

Cara Mengurangi Bounces Anda

Cara terbaik untuk mengurangi angka dari bounces yakni dengan mengikuti beberapa kunci penerapan yang benar dari pengiriman email (email deliverability) di bawah ini:

  • Mempertahankan kebersihan dari suatu list yang baik: Bersihkan list Anda secara regular dari email yang salah (invalid) dan yang tidak memiliki responden (non-responders). Bounce rates yang tinggi dapat mempengaruhi reputasi dari pengiriman email Anda sehingga dengan cara menjaga list tetap bersih dapat mengurangi jumlah bounce rates yang ada dan justru dapat meningkatkan delivery rates Anda.
  • Gunakan double opt-in: Kirimkan email konfirmasi (email confirmation) saat pengguna email melakukan subscribe atau berlangganan pada list Anda. Cara ini tidak hanya dapat membantu Anda untuk memastikan bahwa email pengguna Anda itu valid, tetapi juga memastikan bahwa pengguna email pada list Anda mau untuk menerima pesan email dari  Anda.
  • Pantau selalu email delivery rates Anda: Lakukan pelacakan pada email delivery rates Anda dengan memperhatikan secara cermat pada bounces rates. Dengan cara memantau secara reguler, Anda dapat mengurangi kegagalan yang ada sebelum hal itu terjadi dan sebelum hal itu mengakibatkan banyak kerusakan.

Tidak berhenti disini saja, istilah dalam email marketing sebenarnya cukup banyak yang harus Anda pahami dan ketahui. Anda dapat membaca beberapa istilah email marketing di sini. Jika Anda memang akan menggunakan email marketing, maka wajib hukumnya untuk mengetahui dan memahami pengertian dari istilah-istilah tersebut. Keep Spirit!

Jika Anda menyukai artikel ini, kami mengirimkan newsletter yang berisikan tips & perkembangan seputar email marketing gratis, silakan bergabung [disini]. Jangan lupa bergabung di channel Telegram MailTarget untuk informasi lainnya seputar MailTarget dan berita-berita terbaru lainnya seputar email marketing. Stay tuned!


MailTarget

MailTarget

We build email system with AI