Beberapa Kesalahan Umum yang Sering Diabaikan Marketer

Email marketing dapat menjadi ‘tricky’, serta mampu menjadi channel yang sangat menguntungkan, akan tetapi dapat menjadi bumerang bagi Anda. Namun, kebanyakan digital marketer mampu menikmati hasil dari email marketing ketika mereka melakukanya dengan sungguh-sungguh dan melalui usaha maksimal.

“Jika hanya dengan mengirim email memastikan kesuksesan, tidak akan ada yang pernah gagal.”

Sebenarnya pasti alasannya email marketing tidak memberikan hasil seperti yang Anda inginkan. Dan biasanya justru kesalahan ini tidak disadari dan ini membuat Anda sebagai marketer merasa usaha Anda dalam email marketing menjadi sia-sia.

Apa saja yang kesalahan yang membuat email marketing Anda kurang maksimal?

  1. Anda mengirim terlalu banyak email, atau justru terlalu sedikit
    Membanjiri inbox subscriber Anda setiap hari dengan email Anda akan membantu mereka mengambil keputusan cepat untuk unsubscribe, dan sama buruknya dengan terlalu jarang mengirim email. Berapa banyak email yang harus dikirim memang selalu menjadi dilema tersendiri bagi marketer, sedangkan kita semua memahami bahwa banyak atau sedikitnya email yang dikirim akan mempengaruhi open, click rates, dan unsubscribe yang dihasilkan.

    Jadi harus berapa banyak email yang harus dikirim?

    Setiap ahli yang Anda tanyai hal ini pasti memiliki jawaban masing-masing, dan ini akan membingungkan Anda. So, mari bermain aman. Mengirim 2 email dalam seminggu adalah angka maksimal agar subscriber Anda tidak merasa terganggu dan membuat mereka tidak melupakan Anda.

  2. Anda menggunakan terlalu banyak kata
    Menurut Anda, apakah email sama dengan surat? Awalnya, iya. Surat elektronik. Tapi saat ini, email tidak hanya digunakan sebagai media bercerita, untuk saling bertukar kabar. Email lebih dari itu. Dengan banyaknya email yang masuk dalam inbox seseorang, mengirim email dengan terlalu banyak kata bukanlah sebuah pilihan.

    Dengan fakta bahwa kebanyakan email dibuka melalui smartphone, tentu semua orang ingin segera mengetahui isi email tanpa harus banyak membaca kata yang bertele-tele. Terlalu banyak kata akan membuat call to action Anda menjadi blur.

    Semakin sedikit kata yang Anda gunakan dalam menjelaskan email maka akan semakin baik. Coba evaluasi email sebelum Anda mengirimnya, dan pastikan email tersebut dapat menarik audiens hanya dalam 2 detik.

  3. Anda tidak memahami audiens
    Saat mengirim email, apakah Anda hanya sekedar mengirim email atau Anda memperhatikan apakah konten email Anda sesuai dengan ketertarikan subscriber Anda? Banyak email marketing yang tidak suskses karena hal ini. Anda harus ingat, email marketing bukan hanya sekedar menekan tombol kirim tapi tentang cara terhubung dengan subscriber Anda, memahami mereka, apa yang mereka inginkan dan butuhkan.

    Apa saja yang dapat Anda lakukan agar dapat lebih memahami subscriber Anda? yang pertama adalah buat buyer persona, kemudian segmentasi subscriber Anda, dan yang tidak boleh terlupakan adalah personalisasi email yang Anda kirim.

  4. Email Anda dianggap sebagai spam
    Anda tidak akan pernah tahu apakah email akan masuk dalam inbox subscriber atau justru masuk dalam spam. Ada baiknya Anda menghindari kesalahan yang membuat email Anda dikategorikan sebagai spam

  5. Subjek email Anda tidak mendukung
    Sekalipun Anda memberikan penawaran terbaik kepada subscriber, tanpa subjek email yang mampu membuat mereka membuka email Anda, maka tidak ada gunanya. Banyak marketer yang mengalami kesulitan menciptakan subjek email yang menarik. Melakukan testing pada kata-kata subjek dapat membantu Anda mengetahui apa yang paling bekerja untuk bisnis Anda (Anda dapat membaca tips menciptakan subjek email yang menarik di sini https://blog.mailtarget.co/tips-menciptakan-subjek-email-yang-menarik/).

  6. Anda tidak memperhatikan data hasil email marketing
    Data tidak pernah berbohong. Sayangnya, masih banyak marketer yang menyepelekan data. Terutama data laporan analitis email marketing. Anda mungkin berpikir bahwa setelah mengirim email berarti semua hal telah selesai. Padahal, jika Anda memperhatikan dengan seksama laporan analitik dari email campaign yang Anda kirim, Anda dapat memanfaatkannya sebagai pembelajaran dalam mengirim email campaign selanjutnya.

    Semisal, laporan analitik dari MailTarget yang berisi data siapa saja yang menerima, membuka email, membuka tautan, berhenti berlangganan email Anda dan email yang tidak terkirim karena salah alamat/ email tidak aktif. Laporan seperti ini membuat Anda memahami apa yang sudah baik dan mana yang harus ditingkatkan untuk email campaign Anda berikutnya.

  7. Email Anda tidak mobile friendly
    Kita sama-sama tahu fakta bahwa saat ini kebanyakan email dibuka melalui perangkat mobile. Jika email yang Anda kirim tidak mobile friendly, maka sudah pasti Anda kalah sebelum berperang.

    Tapi tenang saja, jika Anda mendesain email Anda menggunakan fitur MailTarget, Anda dapat melihat tampilan email nantinya baik jika dibuka melalui desktop maupun melalui perangkat mobile.

    Selain desain yang mobile friendly, penting untuk mengingat aturan 80:20 untuk rasio perbandingan gambar dan teks dalam email Anda. Setiap aspek dalam email Anda harus seimbang.

Semoga tips di atas dapat menjadi titik dimana Anda mulai memperbaiki dan meningkatkan kesuksesan email marketing bagi bisnis Anda, jika Anda merasa email marketing sudah sempurna, ingat, selalu ada ruang perubahan untuk terus meningkatkan kinerja email marketing.

Dapatkan banyak tips dan trik menarik lainnya dengan subscribe newsletter kami, gratis! Jangan lupa juga untuk bergabung dengan channel telegram MailTarget.


MailTarget.co adalah sebuah perusahaan SaaS (software as a service) yang membuat email system dengan teknologi artificial intelligence.