Buat Transactional Email Anda Menjadi Lebih Personal

Sebagai marketer, kata “value” pasti sudah terpatri dalam kepala Anda sebelum Anda menulis postingan blog untuk pertama kali. Menyediakan konten yang berharga kepada pengunjung, prospek, dan pelanggan adalah hal yang sangat penting dalam inbound marketing, tapi sangat mudah untuk melupakan transactional email.

Sebagai konsumen, kita cukup sering menerima, membaca, dan berinteraksi dengan transactional email, tapi mengapa email ini sering tidak dihiraukan oleh inbound marketer? Promotional email terlihat lebih banyak mendatangkan traffic dan hasil, tapi sangat aneh jika Anda kehilangan salah satu kesempatan untuk meningkatkan transactional email dengan membuatnya lebih personal.

Jadi, sebenarnya apa itu transactional email?

Sebelumnya, Anda dapat membaca perbedaan marketing email dan transactional emaildi sini.

Kebanyakan marketing email adalah promotional. Promotional email biasanya mengandung tujuan campaign dan dikirim untuk mempromosikan produk atau jasa tertentu. Bagi B2B, promotional email dapat berupa e-book yang Anda tulis, atau jasa yang Anda tawarkan. Untuk B2C, bisa berupa pengumuman diskon atau produk baru.

Transactional email dikirim secara otomatis setelah Anda melakukan suatu hal atau event di website. Email seperti konfirmasi pesanan, notifikasi pengiriman, password recovery, dll. Kita semua pasti banyak menerima email seperti ini, dan sangat mudah untuk melihat betapa pentingnya hal ini bagi pengalaman pelanggan dan bagaimana membuatnya personal dapat mempertahankan pelanggan lama atau bahkan mendapatkan pelanggan baru.

Jadi, bagaimana cara agar transactional email menjadi lebih personal?

  1. Benar-benar membuat email personal
    Yang paling sederhana untuk melakukan hal ini adalah dengan memasukan nama penerima. Siapa yang tak suka melihat nama mereka? Jika Anda mengirim sebuah email e-commerce, sangat mudah untuk mendapatkan nama mereka. Jika bukan, pastikan Anda menambahkan kolom nama pada form opt-in Anda.

    Jika Anda mengirim email e-commerce, pastikan nama pengirim adalah nama brand Anda, dan pastikan Anda mengirim email dimana sesorang dapat dengan mudah membalas dan bertanya tentang apa yang mereka pesan. Untuk B2B email, kirim email dengan nama dan alamat email asli. Orang-orang lebih suka berinteraksi dengan email yang terlihat dikirim dari orang lain dari pada email perusahaan seperti “marketing@abccompany.com”.

  2. Sediakan beberapa sugesti untuk langkah selanjutnya
    Mari kita ambil contoh Amazon. Setelah Anda selesai membeli suatu produk, mereka akan memberi sugesti produk lain berdasarkan apa yang telah Anda beli. Dengan hal ini Anda akan memiliki lebih banyak data tentang siapa yang membeli dan apa yang mungkin menarik bagi mereka.

    Untuk email B2B, setiap email tidak harus selalu unik. Berikan pembaca sebuah link postingan blog yang dapat dibaca dan dibagikan, tawarkan konsultasi jika mereka mendownload beberapa informasi produk Anda.

  3. Pastikan pembaca tahu mereka dapat membalas email Anda
    Satu hal yang mengecewakan adalah ketika Anda menerima email dari B2B dan Anda ingin menghubungi seseorang atau perusahaan yang mengirim tapi email tidak bisa dibalas.

    Pastikan orang-orang mudah menghubungi Anda jika mereka ingin bertanya sesuatu atau mendapatkan informasi tertentu. Jika Anda mengirim e-commerce transactional email, tidak masalah jika email Anda tidak dibalas, tapi pastikan Anda menyediakan CTA yang jelas dimana seseorang dapat mengecek pesanan mereka, membaca FAQ, atau menghubungi layanan pelanggan.

  4. Berikan informasi yang paling dicari oleh banyak orang
    Anda memiliki akses untuk mengetahui traffic dari halaman tertentu dalam website Anda. Gunakan ini. Jangan buat seseorang berkeliling website Anda setelah mereka menerima email Anda terlebih ketika Anda telah mengetahui apa yang mereka sukai.

    Tambahkan link pada footer menuju halaman yang mereka sukai atau butuhkan, atau Anda dapat menempatkanya di tempat yang jelas terlihat, bold, CTA berdasarkan email yang mereka terima. Dengan proaktif dan antisipasi apa yang pembaca Anda butuhkan adalah cara yang baik untuk membuat email lebih personal.

  5. Buat email lebih menyenangkan
    Banyak transactional email sangat membosankan, tapi Anda dapat menyediakan brand personality yang dapat membantu orang-orang untuk terhubung dengan perusahaan, produk, atau jasa Anda. Jika Anda tidak mau menghabiskan banyak waktu untuk transactional email, Anda dapat membuat email lebih menyenangkan melalui desain yang unik.

  6. Pertimbangkan tipe baru dari transactional email
    Biasanya transactional email memiliki respon yang pasif terhadap interaksi yang dilakukan user. Anda harus mempertimbangkan bagaimana Anda dapat menggunakan *transactional email *untuk dapat mencapai seseorang berdasarkan interaksi apa yang tidak mereka lakukan. Kebiasaan yang berbeda memberi Anda kesempatan untuk meraih mereka dengan gaya transactional email yang baru.

    Tipe transactional email yang dapat menyebabkan trigger dari penerima seperti ini layak dicoba. Tentu saja, ada batasan angka email yang dapat Anda kirim. Contohnya mengirim sebuah email karena seseorang belum melakukan login ke aplikasi Anda selama seminggu justru akan membuat aplikasi Anda terlihat buruk.

  7. Tulis dengan benar
    Pertimbangkan apa yang akan Anda katakan dan bagaimana Anda akan mengatakannya ke dalam email bukanlah suatu perkara mudah. Pertimbangkan bagaimana brand Anda akan dilihat oleh pelanggan. Jangan buat email Anda terlalu formal, dan jangan gunakan tulisan yang terlalu familiar jika Anda menyediakan jasa.

    Tinjau ulang siapa yang mengatakan email tersebut. Jika dari perusahaan Anda, pastikan email sesuai dengan bahasa email sebelumnya, media sosial, dan website Anda. Jika email Anda berasal dari seseorang yang memiliki nama, jenis bahasa yang santai akan lebih baik dan mendatangkan lebih banyak klik.

    Jangan tulis email yang bahkan Anda sendiri malas membacanya. Pikirkan keuntungan yang dapat Anda dapatkan melalui copywriting ini dan bagaimana Anda dapat membuat email lebih personal melalui nada dan gaya tulisan Anda sendiri.

Jika Anda menyukai artikel ini, kami mengirimkan newsletter yang berisikan tips & perkembangan seputar email marketing gratis, silakan bergabung disini. Baca juga artikel-artikel lain seputar email marketing di blog MailTarget dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MailTarget untuk informasi lainnya seputar MailTarget dan berita-berita terbaru. Stay tuned!


MailTarget

MailTarget

We build email system with AI