Cara Mematuhi Aturan dalam Email Marketing

Setiap negara memiliki aturan yang berbeda dalam mengirimkan email marketing. Semisal jika berada di Amerika maka terdapat aturan CAN-SPAM yang harus di patuhi. Ketika berada di Canada, maka harus mematuhi aturan CASL (aturan email marketing di berbagai negara dapat Anda baca di sini).

Indonesia sendiri memang belum memiliki regulasi khusus yang mengatur pengiriman email marketing. Namun, terdapat undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menekankan pada aturan perlindungan data pribadi dalam sistem elektronik. Berdasarkan aturan tersebut jelas, bahwa membeli daftar kontak untuk kebutuhan email marketing sangat tidak disarankan karena melanggar privasi. Walaupun belum memiliki regulasi yang jelas, akan tetapi sebaiknya tetap menggunakan aturan-aturan mengirimkan email untuk menjaga profesionalitas perusahaan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mematuhi aturan dalam email marketing.

  1. Berikan identitas pengirim yang jelas
    Memalsukan identitas pengirim banyak dilakukan oleh spammer, misalnya dengan memberikan nama perusahaan palsu. Melakukan hal semacam ini dapat dianggap sebagai penipuan.

  2. Mudahkan proses unsubscribe
    Ketika seseorang memutuskan untuk unsubscribe, hargai keputusan tersebut. Membuat proses unsubscribe menjadi sulit, seperti harus harus menunggu selama beberapa hari atau harus menggunakan pungutan biaya dapat merusak citra perusahaan.

  3. Dapatkan persetujuan sebelum menambahkan alamat email dalam daftar kontak
    Menambahkan tanda check di bawah form subscribe atau dengan menerapkan double opt-in, dimana seorang subscriber akan menerima email konfirmasi apakah benar ingin mendapatkan newsletter, persetujuan harus didapatkan sebelum menambahkan seseorang
    ke dalam daftar kontak.

  4. Tambahkan informasi perusahaan
    Selain sebagai salah satu aturan yang harus ditaati, menambahkan informasi perusahaan seperti alamat dan kontak yang dapat dihubungi akan menghindarkan email dianggap sebagai spam. Informasi perusahaan biasanya ditambahkan dalam footer email.

  5. Utamakan privasi subscriber
    Menjaga privasi dari subscriber adalah bagian dari mematuhi aturan dalam email marketing. Ketika seseorang memberikan alamat emailnya, artinya mereka mempercayai Anda. Jangan merusak kepercayaan tersebut dengan memberikan data kepada orang lain.

  6. Menambahkan link yang benar
    Tidak menambahkan link yang mengarah pada virus atau spyware menunjukan bahwa email yang dikirim bukan merupakan sebuah ancaman. Cek dua kali untuk memastikan link mengarah pada halaman yang tepat.

  7. Menggunakan data subscriber dengan bijak
    Bukan hanya membeli, menjual atau memberikan daftar kontak kepada orang lain (meskipun mitra) termasuk dalam pelanggaran privasi. Jadi, sebijak mungkin dalam menangani daftar kontak.

Sebelum lebih jauh masuk dalam dunia email marketing, akan lebih baik jika memahami apa saja hukum dan aturan yang ada didalamnya. Sebagai catatan tambahan, meskipun telah menggunakan bantuan email markeeting tools (seperti MailTarget), Anda tetap bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap campaign yang dikirim sesuai dengan aturan.

Apakah informasi di atas menarik? Baca artikel lainnya di blog MailTarget. Jangan lupa bergabung dengan channel telegram atau subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips menarik seputar email marketing dari MailTarget.
(/I.A)


MailTarget.co adalah sebuah perusahaan SaaS (software as a service) yang membuat email system dengan teknologi artificial intelligence.

MailTarget

MailTarget

We build email system with AI