Cara Menangani Hard Bounce dan Soft Bounce

Ketika mengirim email, terkadang ada email yang gagal terkirim kepada beberapa subscriber. Alamat email yang gagal menerima email biasa disebut dengan bounce dalam email marketing. Banyak alasan yang mempengaruhi terjadinya bounce, mulai dari alamat email yang tidak valid, server down, hingga penerima yang sibuk (lebih lengkapnya dapat Anda baca di sini). Terdapat dua jenis bounce, hard bounce dan soft bounce. Jika Anda mengirim email dan mendapatkan hasil bounce, dibutuhkan penanganan yang berbeda dari kedua jenis bounce.

Soft Bounce

Soft bounce terjadi ketika email gagal terkirim disebabkan oleh masalah sementara, seperti inbox penerima penuh, server sedang down, email dianggap sebagai spam atau ukuran email yang terlalu besar. Jadi alamat email yang masuk dalam soft bounce bisa jadi merupakan alamat email yang masih aktif. Beberapa cara menanganinya adalah :

  1. Kirim Ulang Email
    Karena soft bounce disebabkan oleh masalah sementara, Anda dapat mengirim ulang email ke kontak yang masuk soft bounce. MailTarget memudahkan Anda untuk mengirim ulang email ke kontak soft bounce hanya dengan klik tombol resend soft bounce pada bagian laporan soft bounce.

  2. Mudahkan Unsubscribe
    Selalu ingat untuk menambahkan link unsubscribe dalam email. Tanpa unsubscribe link, subscriber yang tidak menyukai email Anda akan melaporkannya sebagai spam, dan hal ini akan mempengaruhi reputasi pengiriman Anda.

  3. Tes ke Beberapa Alamat Email Berbeda
    Sebelum mengirim email, sebaiknya tes terlebih dahulu ke beberapa email client yang berbeda (gmail, yahoo, outlokk, dll) untuk mengetahui bagaimana email tersebut terlihat, apakah terlalu berat dibuka, atau hal lainnya.

Baca Juga

Hard Bounce

Jika soft bounce disebabkan oleh masalah yang sementara, kontak yang masuk hard bounce cenderung karena masalah permanen seperti alamat email invalid, atau alamat email tidak ada. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi hard bounce adalah :

  1. Gunakan Double Opt in
    Double opt in adalah email konfirmasi yang otomatis dikirim ketika ada subscriber baru. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penerima ingin mendapatkan email yang Anda kirim berikutnya (menandakan bahwa alamat email yang diberikan merupakan email aktif) dan agar email server penerima memasukkan Anda dalam white list penerima.

  2. Jangan Membeli Kontak Email
    Praktik jual beli kontak email bukanlah hal yang baru. Tapi, tidak ada yang menjamin bahwa setiap kontak yang dijual adalah alamat email sesungguhnya, dan walalupun asli, membeli kontak akan memperbesar kemungkinan email Anda ditandai sebagai spam, atau bahkan di block.

  3. Hapus Kontak
    Karena kontak yang masuk ke hard bounce mengindikasikan masalah yang permanen, jika ada kontak yang masuk ke hard bounce, maka solusinya adalah dengan menghapusnya. Hal ini juga untuk menjaga kebersihan kontak email yang dimiliki.

Beberapa solusi email bounce di atas dapat membantu untuk mengatasi email bounce. jika Anda memiliki pertanyaan atau pendapat lain tentang cara menangani email bounce, silakan tambahkan di kolom komentar.

Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar email marketing gratis. Baca juga artikel-artikel lain di blog MailTarget dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MailTarget untuk informasi lainnya seputar MailTarget dan berita-berita terbaru.
(I.A)


MailTarget

MailTarget

We build email system with AI