How to Control Your Email Unsubscribe?

Saat ini Anda telah berhasil mengembangkan email sign upbox yang baik, menemukan lokasi yang tepat untuk audiens Anda dan lead yang baru untuk melakukan sign up pada email marketing atau newsletter list Anda. Selanjutnya adalah Anda hanya tinggal meluruskan prosesnya.

Lalu, bagaimana cara Anda untuk menjaga agar para pelanggan tetap aktif? Apa yang akan Anda lakukan untuk mencegah terjadinya opt out dan permintaan email unsubscribe?

Mengelola email list Anda juga berarti mengelola pelanggan atau audiens Anda saat mereka telah memutuskan untuk bergabung dengan list Anda. Pada sesi kali ini, kita akan membicarakan tentang cara apa yang harus Anda lakukan untuk meng-handle, serta meminimalisir permintaan email unsubscribe dan notifikasi opt out dari email Anda.

Langkah 1: Tawarkan Konten yang Menarik dan Produk Email yang Bernilai

Hal pertama yang ingin Anda lakukan yakni meminimalisir seberapa banyak pelanggan Anda yang ingin berhenti berlangganan dari email list Anda. Namun, bagaimana caranya? Caranya yakni dengan menyediakan produk email yang kiranya dapat menarik mereka dan selanjutnya membuat mereka tertarik untuk menerima email dari Anda, sehingga mereka merasa antusias untuk membacanya. Tawarkan konten yang menarik dan produk email yang bernilai kepada pelanggan Anda. Cara ini dapat meminimalisir permintaan email unsubscribe dari pelanggan Anda.

Langkah 2: Pastikan untuk Memproses Opt-Outs atau Permintaan Email Unsubscribe pada Waktu yang Tepat

Ketika seseorang telah berhenti berlangganan dari email marketing list Anda, maka Anda perlu untuk memproses permintaan email unsubscribe tersebut secepat mungkin. Secara legal, CAN-SPAM mewajibkan Anda untuk memproses email opt out atau permintaan unsubscribe dalam kurun waktu 10 hari. Jika seseorang telah berhenti berlangganan dari email Anda lalu menerima email Anda yang lainnya dua hari kemudian, maka Anda tidak hanya akan mendapatkan komplain dari orang tersebut, Anda juga akan mendapatkan komplain tentang spamming.

Langkah 3: Email Konfirmasi untuk Pelanggan yang Berhenti Berlangganan

Perdebatan mengenai apakah Anda harus mengirimkan email konfirmasi atau tidak untuk pelanggan Anda yang berhenti berlanggan masih berlanjut dan belum mendapatkan jawaban yang tepat. Di satu sisi, pelanggan yang sudah melakukan unsubscribe berarti mereka tidak ingin menerima email Anda ke depannya, sedangkan di sisi lain email terakhir Anda ini merupakan kesempatan terakhir bagi Anda untuk berkomunikasi dengan mereka sebelum mereka benar-benar menghilang.

Kami berpikir sebetulnya hal tersebut masih wajar dan boleh saja dilakukan, satu email terakhir atau email konfirmasi Anda ini bertujuan untuk semacam mengucapkan perpisahan kepada mereka. Anda dapat membuat dalam bentuk survei atau mencantumkan kontak ke customer service tentang alasan mengapa mereka melakukan opt-out dari email list Anda. Dengan cara ini, Anda dapat mengumpulkan informasi yang berharga untuk meningkatkan email marketing program Anda ke depannya dan meminimalisir permintaan email unsubscribe.

Kehilangan anggota dari email atau contact list Anda memang terkadang tidak dapat dicegah meskipun Anda sudah memiliki rencana atau strategi email marketing atau newsletter yang baik. Oleh karena itu, dengan cara mengelola permintaan email unsubscribe secara efektif dapat membantu Anda untuk menjaga kebersihan dari list Anda dan menggabungkan informasi yang berguna untuk mengubah hal yang negatif menjadi positif.

Jika Anda menyukai artikel ini, kami mengirimkan newsletter yang berisikan tips & perkembangan seputar email marketing gratis, silakan bergabung [disini]. Ayo bergabung di channel Telegram MailTarget untuk informasi lainnya seputar MailTarget dan berita-berita terbaru.


MailTarget.co adalah sebuah perusahaan SaaS (software as a service) yang membuat email system dengan teknologi artificial intelligence.