Email marketing merupakan metode yang sangat efisien dan efektif dalam meningkatkan penjualan dan pelanggan Anda.

Namun sama seperti marketing tools lainnya, jika Anda tidak mengerti apa yang Anda lakukan, dapat berdampak negatif bagi bisnis Anda. Jangan lupakan bahwa Anda sedang memasarkan kepada perusahaan lain dan bukan orang, jadi pesan Anda harus sesuai dengan penonton yang menerima email Anda. Ketika perusahaan Anda mencoba untuk menerapkan strategi email marketing business to business, terdapat beberapa perbedaan signifikan dalam pendekatan yang ingin Anda lakukan dibandingkan dengan sebuah business to consumer campaign.

Di bawah terdapat beberapa poin penting yang Anda harus pertimbangkan agar kampanye email marketing Anda menjadi lebih efektif dan menguntungkan:

1. Keep it simple!

Jika Anda berprospek dengan seseorang secara langsung, Anda akan memastikan bahwa penyampaian anda jelas dan tidak bertele-tele bukan? Ketika mengirim email B2B Anda ingin memiliki unsur yang serupa. Waktu mereka berharga dan Anda ingin membuktikan itu dengan langsung menyampaikan intisari email Anda, sama seperti ketika Anda berbicara langusng kepada mereka.

2. Jangan lupakan pendekatan “WIIFM” (what’s in it for me) [Apa yang saya dapatkan].

Pastikan Anda menjelaskan keuntungan yang perusahaan Anda dapat beri bagi perusahaan mereka, dan mengapa masuk akal untuk mereka bekerjasama dengan Anda. Anda harus menstrukturkan pesan email Anda dengan cara yang dapat membedakan Anda dengan pesaing lain.

3. Jangan takut untuk “meminta” bisnis mereka.

Jika Anda tidak memiliki call to action yang jelas seperti contoh “klik di sini sekarang”, mereka tidak akan melakukan apapun. Menjadi salah satu kesalahan umum yang dilakukan oleh para marketer untuk tidak mereka melakukan tindakan apapun, mereka gagal untuk meminta penjualan. Hindari kesalahan ini.

4. Agar email campaign bekerja dengan optimal, pastikan Anda sudah meluangkan waktu untuk mempelajari prospek bisnis dan apa yang dapat Anda berikan untuk membantu mereka.

Informasi ini dapat menjadi sangat berguna ketika Anda merancang pesan email untuk mereka. Dengan menambah beberapa poin spesifik dalam email Anda yang hanya dapat diterapkan pada bisnis mereka, Anda secara tidak langsung memberi tahu mereka bahwa Anda sudah mempelajari perusahaan dan kebutuhan mereka yang akan memperkuat rasa percaya antara Anda dengan klien.

5. Ingat, ini adalah bisnis yang memiliki marketing campaign sendiri dan seluruh seluk-beluknya.

Jangan terlalu keras untuk “menjual” kepada mereka. Tetapkan pesan yang singkat dan jelas, kemudian lakukan follow-up dengan call to action yang jelas.

6. Perhatikan hasil Anda.

Anda ingin memantau open rates, kenaikan penjualan dan/atau pelanggan Anda. Menjadi penting bagi Anda untuk mengetahui kampanye mana yang berhasil dan yang tidak. Informasi tersebut dapat memberi Anda feedback untuk memperbaiki kemudian menggunakannya kembali atau merombak kampanye yang gagal.

Email marketing dapat menjadi keuntungan besar untuk strategi pembangunan bisnis manapun. Lakukanlah riset pasar Anda sebelum mengimplementasi rencana email marketing B2B Anda. Langkah tambahan ini dapat menghasilkan Anda uang yang lebih dan menambah jumlah klien untuk setiap investasi kecil yang Anda lakukan.

Ingin belajar lebih? Bacalah artikel-artikel lain seputar email marketing di blog MailTarget dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MailTarget untuk informasi dan artikel terbaru setiap harinya.

MailTarget.co adalah sebuah SaaS (Software as a Service) startup yang berasal dari Jakarta. Kami membuat e-mail marketing automation berbasiskan cloud computing yang bertujuan untuk membantu UKM untuk mengembangkan usaha mereka dan menjangkau audiens yang lebih luas lagi, didukung oleh Relevant Technology.