Email Sudah Mati?

Email, atau dalam bahasa menyebutnya surel (Surat Elektronik). Mundur sepuluh tahun kebelakang, email menjadi suatu hal yang sangat hebat pada saat itu. Untuk beberapa orang — pada saaat itu — yang mempunyai email, sistem terhebat mereka untuk berkomunikasi adalah email. Seiring berjalannya waktu, kemunculan media sosial dan aplikasi obrolan menggusur fungsi email. Kecepatan berkabar melalui media sosial dan aplikasi obrolan lain mungkin menjadi alasan fungsi email mulai tergusur. Mungkin Anda pun merasakan saat dimana kemunculan media sosial, hampir bisa dipastikan Anda tidak pernah membuka email Anda barang sekali dalam 30 hari.

Lantas, apakah kemudian email mati? Bisa dibilang iya, bisa juga dikatakan tidak. Fungsi email pada saat kemunculan media sosial dan aplikasi obrolan bergeser menjadi alat untuk pendaftaran media sosial dan aplikasi obrolan tersebut. Sehingga kita bisa katakan bahwa sedikit orang membuka emailnya untuk kegunaan berkomunikasi dengan pengguna lain.

Bagaimana email saat ini?

Ternyata, penggunaan email pun sampai saat ini belum mati. Perusahaan berbasis online saat ini memodifikasi dan menghidupkan kembali email menjadi fungsi lain yang lebih menguntungkan. Mereka menjadikan email berfungsi untuk pemasaran, atau bisa disebut email marketing. Lalu, kembali muncul pertanyaan, “apakah masih ada yang membuka email, sehingga email bisa menjadi alat marketing?”

Sangat menarik.

Untuk menjawab hal tersebut, berikut data yang menarik mengenai email, silakan Anda lihat penjabaran di bawah ini:
• Di seluruh negara, terdapat lebih dari 4,3 miliar akun email dan diprediksikan akan meningkat 26% pada tahun 2019
• Pada tahun 2014, lebih dari 122 miliar email terkirim tiap jamnya.
• Penggunaan ponsel pintar, telah mengubah cara orang menggunakan email — 72% orang dewasa menggunakan ponsel pintar mereka untuk email.
Bagaimana dalam ranah bisnis dan pemasarannya? Berikut data menarik untuk menjawabnya, silakan lihat poin di bawah:
• Diperkirakan, 2,5 miliar pengguna internet adalah pebisnis dan konsumen.
• 61% orang menyukai email yang berkaitan dengan promosi tiap minggunya, dan 28% orang menginginkan lebih banyak email promosi masuk ke akunnya.
• 66% membeli secara online dan mengetahui informasi produk yang dibelinya melalui email.
• 81% orang yang berbelanja online, kecenderungan untuk berbelanja lebih akibat dari email produk yang masuk ke akunnya.

Menarik bukan? Meskipun sulit untuk mempercayai bahwa pengaruh email saat ini masih sangat besar pada penggunanya, dan Anda percaya bahwa seharusnya email sudah mati, namun data-data tersebut menjawab besarnya pengguna email sampai saat ini. Mungkin, tanpa sadar Anda jadi lebih sering membuka email saat ini. Seperti untuk mengirim data, melamar pekerjaan, bahkan mengirim tugas pun mungkin Anda masih menggunakan email. Sehingga, tanpa sadar bahwa kita menganggap email sudah mati namun ternyata masih belum.

Mari kembali ke pertanyaan, apakah email sudah mati?

“Email is not dead because people want to write to one another, using their email accounts, in more than 140-character bursts.” — Neil Schwartzman

Ingin tahu lebih banyak informasi seputar email marketing? Anda dapat bergabung dengan channel telegram MailTarget. Jangan lupa subscribe newsletter kami di sini.


MailTarget.co adalah sebuah perusahaan SaaS (software as a service) yang membuat email system dengan teknologi artificial intelligence.