Gabungkan Emotion dan Automation untuk Strategi Baru Email Marketing Anda

Brand marketing yang paling sukses adalah yang berhasil menarik emosi para pelanggannya. Adanya perkembangan teknologi  membuat penguasaan emosi dalam marketing menjadi lebih mudah dari sebelumnya.

The power of emotions

Semua orang tahu betapa mudahnya mengaburkan garis antara “butuh” dan “ingin” ketika berbicara tentang keputusan pembelian. Seberapa sering Anda menemukan diri Anda membenarkan keputusan membeli sneaker yang baru release, atau gaun indah yang dapat Anda kenakan pada suatau acara di masa depan?

Berdasarkan Evan Kearney, menjadi emosional adalah sifat alami manusia, dapat dikatakan manusia bukanlah makhluk rasional dengan emosi, tapi lebih kepada makhluk emosional dengan kemampuan untuk merasionalkan. Dan marketer dapat menyimpan fakta ini dalam hati, kemudian melihat strategi melalui kacamata emosional.

Jadi bagaimana emosi dalam marketing bekerja?

Anda pernah menonton film animasi Inside Out dari Disney Pixar? Sama seperti dalam film manusia diidentifikasikan dengan 6 emosi : bahagia, terkejut, takut, jijik, marah, dan sedih. Berdasarkan hal ini, marketer dapat menggunakan kecenderungan emosi seseorang sebagai keuntungan mereka. Kami pernah menuliskan mengenai permainan emosi yang dapat digunakan dalam strategi penjualan Anda di sini.

Tantangan

Melalui emosi biasanya mengarahkan orang untuk membuat brand decision, mengikutsertakan emosi ini dapat menjadi sulit. Dengan mudah menarik emosi tidak memastikan campaign penjualan menjadi sukses.

Ini adalah beberapa tantangan bagi marketer ketika mencoba menganalisa emosi dan membuat strategi yang efektif:

  1. The empty emotional promise
    Dr. Glenn Livingston, seorang clinical psychologist dan konsultan marketing, mempertimbangkan ini sebagai “nomor satu kesalahan emotional marketing sepanjang waktu”.

    Dengan mudah menyediakan orang-orang dengan alasan emosional cukup jarang. Sangat penting mengatur janji emosional yang Anda buat dengan penilaian yang logikal.

    Livingstone membagi kunci untuk menghindari kesalahan adalah dengan menanyakan diri Anda pertanyaan ini :
    – Apa yang akan diingat orang setelah brand Anda telah mendapatkan reaksi seperti yang Anda inginkan?
    – Sudahkah Anda memberikan alasan mereka untuk membeli produk atau jasa dari perusahaan Anda?
  2. The idea of emotionless businesses
    Ketika memepertimbangkan emosi umumnya digunakan dalam B2C marketing, miskonsepsi yang umum adalah bahwa strategi yang sama tidak bekerja pada B2B.

    Tapi, sangat penting mengingat bahwa saat Anda berurusan dengan bisnis, masih ada orang (dan emosi) disamping entitas. Dan, seperti yang telah disebutkan, Anda memainkan peran sebagai pembuat keputusan, keinginan dan motivasi, pastikan Anda mengedepankan logika, keuntungan finansial dan semua data yang dibutuhkan yang dapat membantu menaikan penjualan Anda.
  3. Lost in digital translation
    Karena banyak hal terjadi dalam dunia digital, pelaku bisnis berebut untuk mendapatkan data kebiasaan dan sikap dengan harapan mampu mengembangkan konten emotional marketing yang efektif.

    Tapi seperti survey yang ditunjukan Forrester, 40% dari marketer menemukan kesulitan dalam memahami data, terutama ketika tujuannya adalah digunakan untuk membuat konten yang berhubungan dengan emosi pelanggan mereka.
    Karena terlihat tidak mungkin untuk menjaga hubungan 1:1 dengan setiap pelanggan, semakin banyak perusahaan yang menggunakan email marketing automation tools.

Apa itu email marketing automation?

Email marketing automation adalah suatu email marketing tools yang akan mempermudah, mengotomatiskan, dan memastikan email-email Anda dapat dikirimkan kepada pelanggan yang sesuai, relevan dan pada timing yang tepat.

MailTarget, contohnya, adalah email marketing automation tools berdasarkan reaksi pada aksi yang dilakukan oleh para penerima email.

Menggunakan beberapa trigger dan rules dapat membantu Anda meng-customize setiap aspek pengiriman email, mulai dari waktu pengiriman pesan, jumlah penerima, jenis konten yang ingin Anda kirimkan, dsb. Email marketing automation telah membantu menyelamatkan time money banyak perusahaan, dengan membangun profil pelanggan lebih detil yang membuat komunikasi menjadi lebih dapat ditargetkan dan menguntungkan.

Jika Anda tidak ingin ketinggalan perihal email marketing, subscribe newsletter mingguan MailTarget, dan gabung dengan channel Telegram MailTarget kami.


MailTarget

MailTarget

We build email system with AI