Empat Kesalahan Marketing yang Dilakukan oleh Para Startups

Mengembangkan strategi marketing sama pentingnya dengan mengembangkan budget yang Anda miliki. Elemen ini merupakan kunci dalam menumbuhkan customer base dan menghasilkan pendapatan.

Menurut survei yang dilakukan oleh CBInsights, 14% dari startups tutup karena mereka memiliki marketing yang buruk.

Alasannya sederhana, semisal banyak orang yang percaya bahwa produk dari startups tersebut sangatlah keren, sehingga orang-orang merasa tidak bisa apabila tidak menggunakannya. Ketika investor menanyakan startups semacam itu mengenai strategi distribusinya, mereka mengatakan "Media Sosial" dan "dari mulut ke mulut" tanpa memberikan rincian apapun.

Banyak para founder startups yang berpikir bahwa setelah mengunggah beberapa postingan di Facebook, produk mereka akan booming. Kenyataannya hal ini akan berdampak buruk bagi para pengusaha tersebut. Jika Anda tidak memiliki rencana langkah-demi-langkah, dan jika Anda menunda kegiatan promosi Anda pada titik tertentu, maka akan terlambat dan tidak efisien.

Pada artikel kali ini, kami mencoba merangkum beberapa kesalahan paling umum yang dibuat oleh para startups dan memberikan beberapa strategi untuk menghindarinya.

  1. Kesalahpahaman dengan Audiens Anda

14% dari startups gagal karena mengabaikan audiens.


Target audiens Anda merupakan bagian dasar yang tidak hanya untuk marketing campaign Anda, namun hampir setiap keputusan mengenai bisnis Anda.

Saat ini mungkin Anda telah berpikir bahwa Anda benar-benar tahu dan mengenal siapa audiens yang akan dituju, tapi sebenarnya tanpa adanya market research yang tepat, Anda tidak akan tahu pasti.

Untuk mendapatkan kesuksesan dalam bisnis, Anda harus mempelajari dengan hati-hati mengenai target audiens Anda, seperti: tuntutan, masalah, kebiasaan dan minat mereka.

Ada beberapa cara untuk melakukan market research Anda: Anda bisa merekrut perusahaan untuk melakukan penelitian atau menggunakan informasi dari free channels lainnya seperti sosial media, call center, dll.

  1. Branding yang Tidak Konsisten

90% dari semua keputusan pembelian dilakukan secara tidak sadar atau subconscious.

Sebagai bisnis baru, Anda harus mampu membuat branding yang konsisten di semua materi marketing. Itu berarti Anda harus memilih pesan yang akan ada dalam semua actions dan produk Anda. Hal ini membantu orang mengenali bisnis Anda dan membantu brand Anda agar terasa lebih bisa diandalkan.

Bila customer melihat logo, skema warna, atau elemen brand yang mudah diingat, ikon tersebut mengingatkan akan karakteristik dan emosi yang mereka kaitkan dengan bisnis Anda; baik itu kualitas produk atau customer service. Cara ini tentu saja akhirnya dapat membangun kepercayaan.

  1. Mengabaikan Offline Marketing

Pengaruh offline berdampak pada 40% penelusuran atau pencarian online.

Statistik membuktikan bahwa upaya online dan offline marketing dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada strategi individual.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Harris Interactive di AS, misalnya, menunjukkan bahwa 69% orang mempercayai koran lokal mereka. Sebuah studi oleh Nielsen menunjukkan bahwa 54% orang masih memiliki kepercayaan tinggi terhadap majalah dan iklan cetak. Hal ini juga menarik untuk menunjukkan bahwa pengaruh offline memiliki dampak pada 40% pencarian online.

Dengan kata lain, semuanya terhubung. Orang mungkin melakukan online karena mereka menemukan sesuatu yang relevan di ranah offline dan sebaliknya.

  1. Menawarkan Konten yang Salah

61% konsumen mengatakan bahwa mereka akan cenderung melakukan pembelian dari perusahaan yang memberikan konten khusus.

Sertakan informasi yang berguna di blog Anda dimana resources akan sangat membantu customer dan pertanyaan yang diberikan mengenai industri startups Anda.

Sekali lagi, market research Anda akan sangat berguna. Berikan kepada customer Anda apa yang mereka butuhkan. Orang suka membaca kisah hidup, kasus dan cerita nyata dari pengalaman pribadi.

Jangan mengisi blog Anda dengan artikel promosi diri dan ulasan produk Anda sendiri. Tentu saja, materi semacam itu juga dibutuhkan untuk customer Anda, namun Anda harus menyajikan konten yang berbeda kepada customer Anda. Jangan lupa untuk membagikan konten Anda di sosial media untuk mendapatkan lebih banyak keterlibatan dengan calon customer Anda.

So, kesuksesan dari suatu perusahaan atau startups ditentukan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah dengan memiliki teknik atau strategi marketing yang tepat dan dengan menghindari empat kesalahan di atas dalam hal marketing.

Tidak ingin ketinggalan kabar terbaru kami? Mari bergabung ke channel telegram MailTarget atau subscribe ke newsletter kami disini.


MailTarget.co adalah sebuah perusahaan SaaS (software as a service) yang membuat email system dengan teknologi artificial intelligence.

MailTarget

MailTarget

We build email system with AI