image courtesy of google

Banyak sekali kesalahan yang biasa dilakukan oleh para pebisnis dalam menjalankan email marketing. Berikut berbagai macam kesalahan yang sering dilakukan dan telah berhasil dirangkum oleh tim kami:

Anda tidak melakukan collect emails.

Rata-ratanya, seseorang mengunjungi sebuah websie sebanyak 7 kali sebelum mereka memutuskan untuk melakukan pembelian. Yup, 7 kali. Banyak sekali, bukan?
Kemudian, bagaimana Anda mengakalinya?
Meminta email ketika orang mengunjungi website Anda untuk pertama kalinya. Jika mereka datang, hal itu berarti mereka tertarik pada apa yang Anda lakukan. Biarkan mereka tahu lebih banyak.
Untuk mengumpulkan email lebih banyak email, tawarkan sesuatu sebagai balasannya. E-book gratis. Diskon pada outlet fashion ternama. Hadiah piring cantik. Bebas, lakukan sesuka Anda.
Jangan melewatkan kesempatan untuk collect emails secara offline. Faktanya, mengumpulkan email secara offline lebih mudah daripada online.

Anda jarang atau bahkan tidak pernah mengirimkan email.

Memberikan sebuah alamat email menjadi tanda bahwa seseorang ingin menjalin hubungan dengan Anda. Hal ini sama seperti ketika seorang perempuan telah memberikan nomor teleponnya, namun Anda sebagai seorang lelaki tidak pernah meneleponnya. Nah, seperti itu rasanya! Jika Anda sudah meminta para pelanggan untuk memberikan alamat email, paling tidak kirim sebuah welcome letter kepada mereka. Ucapkan terima kasih dan perkenalkan diri Anda atau perusahaan Anda.
Beberapa orang memilih untuk cenderung mengirimkan email sejarang mungkin. Mereka tidak ingin mengganggu para audiens. Mengurangi pengiriman email berarti semakin sedikit engaged customer. Jika Anda melakukan pengiriman email kurang dari sebulan sekali, jangan harap para customer masih memiliki ingatan tentang perusahaan Anda.
Bagaimana dengan engagement? Satu hal yang perlu Anda ingat : “If your content is engaging, you will have engaged readers”. Jika Anda dapat menuliskan dan terus menerus konsisten menambahkan value kepada para customer pada setiap harinya, maka lakukanlah. Hal ini lebih baik daripada Anda jarang mengirimkan tulisan kepada para customer.

Anda melupakan welcome email.

Welcome emails biasanya memiliki open rates yang tertinggi diantara email marketing lainnya. Rata-rata memiliki open rate sebesar 50% — 60%. Wow, itu merupakan kesempatan besar yang sangat disayangkan untuk dilewatkan.
Bahkan, para pelanggan yang menerima welcome emails memiliki peningkatan long-term engagement pada suatu perusahaan hingga 33% sampai mereka memutuskan untuk stop engaging.
Sehingga jika Anda mengirimkan sebuah welcome email, jangan hanya mengucapkan terima kasih karena sudah melakukan subscribe. Dibanding memulai sebuah conversation dengan para pelanggan, lebih baik mulai perkenalkan diri Anda. Kirim informasi yang berguna. Mintalah sebuah feedback kepada mereka. Ciptakan sebuah value tambahan dan keunggulan kompetitif dalam perusahaan Anda.
Semisal, perusahaan Anda bergerak pada industri fashion. Anda dapat mengumpulkan email pada setiap orang yang melakukan pembelian baik secara offline maupun online. Kemudian Anda dapat memanfaatkan email marketing tools (seperti: MailTarget) untuk mengirimkan email mengenai fashion catalog atau how to mix ‘n match fashion item pada setiap minggunya. Sebuah ide yang sangat sederhana, namun sangat jenius untuk memposisikan diri Anda sebagai seorang fashion expert dan tentu saja Anda akan tampil stand out diantara para kompetitor.

Anda tidak menyediakan unsubscribe link.

Jika seseorang sudah tidak tertarik dengan konten Anda, it’s okay. Biarkan mereka melakukan unsubscribe. Don’t worry about that, hal itu berarti mereka memang bukan target pasar Anda. Tujuan Anda seharusnya adalah membangun email list, bukan mencegah orang-orang untuk melakukan unsubscribe.
Jangan menyembunyikan unsubscribe link. Kecenderungan orang apabila tidak menemukan unsubscribe link, mereka akan langsung menekan tombol spam. Tentu saja, hal itu lebih buruk daripada unsubscribe.

Terjadi kesalahan pada landing page.

Pastikan bahwa pembaca masuk ke landing page yang dimaksud ketika mereka menekan link pada email. Lakukan pengecekan secara berulang-ulang pada semua link sebelum menekan tombol send.
Salah satu orang pada tim kami memiliki pengalaman yang buruk soal ini. Ketika mendapatkan email mengenai promosi fashion item, dia meng-klik foto dengan gambar kemeja. Namun, gambar tersebut justru mengarah pada landing page tentang celana jeans. Apakah dia kemudian mencari kemeja yang dimaksud? Jangan harap, dia langsung menutup website tersebut dan menghapus email yang didapat. Tentu Anda tidak ingin email yang telah dikirim bernasib seperti itu, bukan?
Hal itu juga berlaku untuk mobile friendly website. Jika para pembaca Anda membaca melalui mobile devices, pastikan website Anda juga tampil dengan baik pada device tersebut. Semua orang sangat benci jika harus melakukan zoom pada layar untuk membaca teks. Orang-orang akan langsung menutup website Anda. Dan tentu saja, Anda akan kehilangan pembaca.

Hanya mengandalkan intuisi, bukan data.

Kita selalu berpikir bahwa kita sangat mengenal para audience. Akan tetapi, sangat berguna jika kita dapat berbicara kepada mereka. Kirimkan sebuah survey untuk mendapatkan feedback.
Yeah, kami sangat tahu bagaimana perasaan dan apa yang Anda pikirkan. Sangat baik jika mendapatkan feedback dari para pelanggan Anda. Namun, pada saat yang bersamaan Anda merasa sangat bersalah karena meminta bantuan mereka.
Faktanya, sebuah penelitian psikologi menunjukkan bahwa jika Anda melakukan permintaan seseorang, Anda cenderung lebih menyukai seseorang tersebut sebagai hasilnya. Anda ingin dicintai oleh para pelanggan? Mintalah pertolongan mereka, seperti: mengirim survey.

Itulah berbagai macam kesalahan yang sering ditemukan dalam email marketing.

Kesalahan apa yang pernah Anda lakukan atau temui dalam email marketing? Please tell us!

Jika Anda menyukai artikel ini, kami mengirimkan newsletter yang berisikan tips & perkembangan seputar email marketing gratis, silakan bergabung [disini]. Baca juga artikel-artikel lain seputar email marketing di blog MailTarget dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MailTarget untuk informasi lainnya seputar MailTarget dan berita-berita terbaru. Don’t miss it!


MailTarget.co adalah sebuah SaaS (Software as a Service) startup yang berasal dari Jakarta. Kami membuat e-mail marketing automation berbasiskan cloud computing yang bertujuan untuk membantu UKM untuk mengembangkan usaha mereka dan menjangkau audiens yang lebih luas lagi, didukung oleh Relevant Technology.

0