Memahami Struktur Email yang Efektif

Ketika membuat dan mendesain email, apakah Anda sudah melakukannya dengan baik dan benar? Dalam benak Anda, mungkin jika dalam email memiliki suatu hal yang mampu mendorong seorang subscriber membuka dan klik call to action yang Anda tambahkan maka email tersebut sudah sempurna. Tapi faktanya bukan hanya hal itu yang penting.

Layaknya tubuh manusia yang memiliki banyak komponen yang harus bekerja dengan baik dan saling bergantung satu sama lain, email juga demikian. Ketika satu bagian tubuh melemah, maka akan berpengaruh pada bagian lainnya. Dalam email pun sama, misalnya ketika desain email buruk, bagaimana Anda dapat berharap email tersebut dibuka?

Intinya adalah jika Anda ingin email yang Anda kirim lebih efektif, seluruh struktur yang ada di dalamnya juga harus bekerja dengan baik.

So, struktur apa saja yang penting dalam email dan perlu Anda pahami?

  1. Label pengirim
    Fakta membuktikan bahwa saat ini kebanyakan email dibuka melalui perangkat mobile. Ketika mendapat email baru terdapat 3 hal yang pertama kali dilihat oleh subscriber, yaitu: pengirim email, subjek email, dan teks preheader. Diantara ketiga hal tersebut, pengirim berada diurutan paling atas jadi pastikan Anda mengisikan dengan benar label pengirim tersebut agar email Anda mudah dikenali.

  2. Subject line
    33% subscriber menentukan apakah mereka akan membuka dan membaca email Anda berdasarkan subjek email. Jadi tentu Anda memahami mengapa subjek email sangat penting. Menjaganya tetap menarik adalah tugas Anda.

    4 hal yang perlu Anda ingat ketika membuat subjek email adalah Anda harus membuatnya sesingkat mungkin, harus mendeskripsikan apa yang ada didalamnya, dan selalu kreatif. Menambahkan emoji dalam subjek email Anda juga bukan suatu ide yang buruk.

  3. Teks preheader
    Dalam artikel sebelumnya telah dijelaskan tentang apa itu teks preheader dan bagaimana teks preheader dapat meningkatkan open rates Anda. Sedikit refresh ingatan, teks preheader digunakan untuk menjelaskan subjek email Anda. Hanya dengan membaca subjek email saja terkadang seseorang masih belum yakin tentang isi email yang di dapat, teks preheader membantu mereka memahami isi email secara lebih jelas.

  4. Isi email
    Isi email berupa konten yang Anda suguhkan kepada pembaca. Bayangkan hal ini seperti otak email, bagaimana Anda membuat subscriber klik call-to-action (CTA) atau link yang Anda tambahkan dalam email bergantung pada konten email ini.

    Jangan membuang-buang banyak ruang untuk teks yang terlalu panjang, buat sesingkat mungkin. Jika Anda menambahkan konten artikel, jangan memasukan keseluruhan isi artikel dalam email, cukup judul, gambar dan previewnya saja. Email marketing provider seperti MailTarget sudah memungkinkan Anda melakukan generate link hingga akan secara otomatis memunculkan judul, gambar, dan sedikit deskripsi email yang akan mengarahkan subscriber ke link artikel tersebut ketika di klik.

    Perhatikan juga ukuran dan jenis font dalam tubuh email, misalnya ukuran font yang lebih besar untuk headline, dan bold untuk menandai sesuatu yang penting dalam email tersebut.

  5. Link
    Jangan lupa untuk menambahkan link dalam email yang Anda kirim, karena dengan link Anda dapat mengarahkan subscriber untuk eksplor lebih jauh mengenai bisnis Anda melalui link yang Anda tambahkan.
    Seberapa banyak link yang Anda tambahkan dalam email bergantung pada kebutuhan Anda serta trial and error yang telah Anda lakukan sendiri. Dan jangan sampai lupa untuk tes setiap link yang Anda tambahkan sebelum Anda mengirimnya.

  6. Gambar
    Mengirim email tanpa ada gambar didalamnya akan membuat subscriber Anda bosan karena email Anda akan terkesan plain. Tapi bukan berarti email yang Anda kirim harus penuh dengan gambar. Pastikan proporsi antara gambar dan teks seimbang.

    Jika Anda merasa gambar saja tidak cukup, alternatif lainya adalah Anda dapat menambahkan GIF dalam email, dan percayalah GIF jauh lebih menarik dari gambar diam.

  7. Call to action (CTA)
    CTA adalah ‘langkah selanjutnya’ untuk membuat subscriber melakukan sesuatu terhadap email yang Anda kirim. Setiap email membutuhkan call to action.

    Apapun yang Anda ingin subscriber lakukan,ntah membeli produk, mengunjungi website, mendaftar webinar, atau lain sebagainya, pastikan Anda mengungkapkannya dengan jelas dalam email. CTA dapat berupa tombol, atau link, tapi pastikan Anda membuatnya sangat menyolok sehingga para pembaca menyadari keberadaannya

  8. Social Media Icon
    Anda tentu memiliki channel lain selain email marketing misalnya akun sosial media di instagram, twitter, atau channel lainnya. Menambahkan icon channel tersebut dalam email akan membantu subscriber untuk lebih mudah follow bisnis Anda dalam channel lain.

  9. Unsubscribe
    Jangan sampai lupa untuk menambahkan pilihan unsubscribe, karena jika tidak berarti Anda melanggar hukum email marketing. Anda dapat menempatkan pilihan unsubscribe pada bagian bawah email.

    Memahami cara kerja setiap bagian email akan menjaga email yang Anda kirim tetap sehat. Untuk memudahkan Anda membangun struktur email yang benar, Anda dapat menggunakan fitur MailTarget.

Baca artikel menarik lainya di blog MailTarget. Jangan sampai lupa subscribe newsletter kami disini dan dapatkan tips menarik seputar email marketing langsung ke dalam inbox Anda, atau Anda dapat bergabung dengan channel telegram MailTarget disini.


MailTarget.co adalah sebuah perusahaan SaaS (software as a service) yang membuat email system dengan teknologi artificial intelligence.

MailTarget

MailTarget

We build email system with AI