Sebuah penelitian menyebutkan bahwa rata-rata open rate pada email sebesar 20%. Jumlah tersebut akan mengalami perubahan naik-turun sebesar 15% — 50%, tergantung di bidang apa industri Anda bergerak.

Tentu akan menjadi sebuah realita yang sangat menyedihkan jika Anda sudah menghabiskan banyak energi pada sebuah email campaign, namun hanya 50% dari email list yang membuka email. “Masih untung 50%, perusahaan saya hanya 10%!”

Duh!

Baiklah, kami akan menunjukkan cara bagaimana menjalankan email campaign dengan target orang-orang yang tidak membuka email Anda. Langkah ini dapat diikuti untuk meningkatkan open rate Anda.

Berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan:

1. Cari tahu siapa saja yang tidak membuka email Anda
Semisal Anda memiliki open rate berkisar 20%. Kemungkinan Anda memiliki engagement customer, core audience, beberapa orang yang terkadang membuka email dan kemudian beberapa orang yang tidak pernah membuka email tetapi juga belum berhenti berlangganan.
Jika Anda memiliki daftar pelanggan yang melakukan pembelian secara online, silakan Anda melakukan pengecekan siapa saja orang-orang tersebut. Anda dapat membuat list berdasarkan orang-orang itu.
Atau, Anda lebih proaktif lagi dalam menghubungi para pelanggan yang tidak aktif dan juga mengkategorikan orang-orang yang tidak pernah melakukan pemesanan dengan Anda lebih dari tiga bulan sebagai “pelanggan tidak aktif”.

2. Jalankan email campaign khusus bagi para pelanggan yang tidak aktif
Mungkin Anda dapat menuliskan “Because We Are Missing You…” pada email subject. Hal tersebut dapat menunjukkan bahwa email yang Anda kirimkan sangat eksklusif dan ditujukan secara khusus kepada mereka.
Tentu saja itu adalah sebuah ide yang brilian karena adanya subject line yang lebih personal dapat memberikan perbedaan dengan email campaign yang biasanya dikirimkan. Tunjukkan kepada para pelanggan, bahwa Anda tahu bahwa mereka adalah para pelanggan yang tidak aktif. Tunjukkan pula kepada mereka, bahwa email ini dikirimkan khusus untuk mereka karena Anda selalu terpikirkan oleh bayang-bayang kehadiran mereka.

3. Perhatikan hasil dari report yang Anda dapatkan
Bukan tanpa alasan email marketing software, seperti: MailTarget, menyediakan fitur report yang sangat mendetail berdasarkan email yang Anda kirimkan. Hal tersebut dengan alasan supaya Anda dapat selalu memperhatikan hasil dari sent rate, open rate, click-through rate, bounce rate dan unsubscribe rate.
Tentu saja, informasi-informasi tersebut sangat penting karena dapat membantu Anda dalam melakukan spesifikasi siapa saja yang masih ingin menerima email dari Anda.

4. Engaging your email list dan lakukan pengecekan secara berulang kali
Melakukan email campaign khusus bagi para pelanggan yang tidak aktif sangatlah penting. Tentu saja hal itu dapat membantu mengingatkan para pelanggan, mengapa dulu mereka tertarik dengan perusahaan Anda. Langkah ini dapat membantu Anda dalam menemukan dan menghapus kontak pelanggan yang sama sekali tidak aktif. Yups, daftar kontak Anda menjadi lebih bersih.
Bagian terbaik dari melakukan email campaign ini adalah adanya efek yang lebih panjang kepada para pelanggan, karena kontak yang sudah lama tidak aktif tersebut kemudian menerima email campaign dari Anda dan membukanya tentu saja akan menantikan email selanjutnya dari perusahaan Anda.

Jadi, pikirkan secara baik-baik konten atau tawaran apa yang akan Anda sajikan untuk para pelanggan yang tidak aktif tersebut. Selamat meraih pelanggan Anda kembali!

image courtesy of google

Dapatkan info terbaru seputar MailTarget dengan bergabung ke channel telegram atau subscribe ke newsletter kami [disini]


MailTarget.co adalah sebuah SaaS (Software as a Service) startup yang berasal dari Jakarta. Kami membuat e-mail marketing automation berbasiskan cloud computing yang bertujuan untuk membantu UKM untuk mengembangkan usaha mereka dan menjangkau audiens yang lebih luas lagi, didukung oleh Relevant Technology.

0