Mengatasi Rasa Khawatir dalam Mengirim Email Marketing

Para pelaku bisnis yang bermain di area email marketing, pasti sudah tidak asing lagi dengan sensasi deg-degan yang hampir selalu terjadi ketika hendak menekan tombol send dalam mengirimkan email.

Sensasi tersebut bisa diakibatkan adanya rasa takut dan khawatir. Anda sudah melakukan pemeriksaan berkali-kali sebelum mengirimkan email, akan tetapi Anda masih merasa khawatir jika ada sesuatu yang terlewat.

Apakah Anda sudah mengirimkan email ke orang-orang yang tepat? Apakah Anda sudah melakukan penjadwalan campaign pada waktu yang tepat? Apakah terdapat typo atau kesalahan-kesalahan kecil lainnya? Apakah tampilannya sudah benar pada *mobile *devices? Apakah link di dalam email dapat bekerja dengan tepat dan mengarah pada halaman yang sesuai? Dan masih banyak kekhawatiran lainnya.
Yups, we really know how it feels.

Dengan banyak sekali kemungkinan yang terjadi untuk sebuah error, kami memiliki beberapa trik untuk membantu Anda mengatasi rasa khawatir ketika mengirimkan suatu email.

  1. Periksa ejaan pada draft dan desain email Anda.
    Sebelum membuat sebuah email pastikan draft Anda sudah benar. Draft yang akan didesain biasanya sudah mencakup calls-to-action dan juga menampilkan hasil yang akan dikirimkan. Lakukan pemeriksaan ejaan pada setiap kata dan dummy copy sebelum email meninggalkan inbox Anda. Kesalahan yang sering terjadi adalah adanya kesalahan berawal pada draft, kemudian membuatnya menjadi sebuah desain akhir dan akhirnya dikirimkan kepada para pembaca.

    Atau bisa menggunakan cara dengan meminta bantuan orang lain untuk membaca draft email Anda. Hal tersebut lebih mudah, jika dibandingkan Anda melakukan pengecekan terhadap kesalahan yang dibuat sendiri.

  2. Lakukan sebuah test send.
    Setelah selesai dilakukan perancangan pada email, Anda harus mencoba melakukan pengiriman ke dalam daftar kontak untuk internal sebelum dilakukan pengiriman kepada para pelanggan. Yang dimaksud internal adalah daftar kontak dari para pegawai perusahaan Anda sendiri ataupun orang-orang kepercayaan untuk memeriksa bagaimana respon mereka terhadap email Anda dan bagaimana tampilan yang muncul di dalam inbox.

    Wajib hukumnya untuk melakukan pengecekan sebelum Anda mengirimkannya kepada para pelanggan, idealnya 24 jam sebelum waktu pengiriman sehingga orang-orang mampu untuk melakukan pengecekan dan datang kembali kepada Anda untuk melakukan beberapa revisi jika diperlukan. Berikan pemberitahuan kepada para rekan kerja bahwa Anda akan melakukan test send email. Sehingga tidak terjadi kepanikan, jika mereka menemukan berbagai macam kesalahan.

    Di MailTarget, kami menyiapkan send test email button ketika hendak mengirim email, email akan segera langsung dikirimkan ke account kita sendiri, gunanya untuk mengecek seluruh materi yang sudah kita persiapkan.

  3. Lakukan pengecekan pada berbagai macam device dan platform.
    Masih sehubungan dengan test send, kebanyakan email marketing tools, seperti: MailTarget, memiliki fasilitas yang memungkinkan Anda untuk melakukan pemeriksaan bagaimana tampilan email Anda terlihat pada berbagai platform seperti iPhone atau Android untuk tablet dan desktop.

    Selain itu juga pastikan bagaimana tampilan email pada platform yang berbeda, akan lebih baik lagi jika menyertakan berbagai macam tipe alamat email pada test send. Adanya layanan email yang berbeda-beda, seperti: Gmail, Hotmail dan Outlook, akan menampilkan atau ‘render’ email dengan cara yang berbeda pula. Sehingga jika pengiriman email sudah dieksekusi, maka penerima email ketika membuka email tidak menemukan hal-hal tidak terduga seperti adanya tampilan yang sangat berantakan.

  4. Jangan pernah lupakan subject line.
    Bagian ini sering terlewatkan, namun subject line adalah hal pertama yang akan penerima baca pada email. Lakukan pemeriksaan ejaan dan panjang kalimat pada subject line.

    Selalu periksa seberapa banyak subject line yang dapat Anda baca pada mobile devices. Aturan umum yang biasa digunakan sekitar 40 karakter termasuk spasi. Pastikan subject line Anda masuk akal — bahkan jika akan tampil secara terpotong.

  5. Selalu lakukan spam check.
    Sebelum Anda menekan tombol send, pastikan melakukan *spam check *pada email Anda. Terkadang masih terdapat kata-kata yang dapat mengakibatkan email Anda terjebak dalam spam.

  6. Perhatikan data yang akan Anda gunakan.
    Selalu pastikan untuk melakukan pengecekan pada perhitungan data Anda ketika melakukan upload sebuah contact list ke dalam email marketing platform Anda. Cek hasil akhir perhitungan list, apakah sudah sesuai atau belum. Jika Anda secara tidak sengaja melakukan kesalahan upload, maka Anda akan menemukan kesalahan perhitungan pada jumlah kontak. Tentu saja hal tersebut berakibat sangat fatal. Bisa bayangkan, apabila Anda mengalami kesalahan pengiriman email akibat *list contact *yang tidak sesuai?

    Kami di MailTarget telah meminimalisir potensi kesalahan list contact ini dengan sistem pelabelan yang kami bangun. Sehingga kesalahan pengiriman email akibat salah list contact bisa minimal sekali.

Jika Anda telah mengikuti beberapa langkah di atas, dapat dipastikan bahwa kesalahan yang Anda buat akan semakin sedikit. Setidaknya, Anda sudah melakukan apa saja untuk mencegah terjadinya kesalahan pada pengiriman email.

Jika ternyata Anda masih melakukan kesalahan, segeralah memohon maaf kepada para pembaca. Lakukan pembelajaran untuk kedepannya. Satu hal yang perlu Anda ingat:

Don’t be too hard on yourself. We’re all human.

Dapatkan info terbaru seputar MailTarget dengan bergabung ke channel telegram atau subscribe ke newsletter kami disini.


MailTarget.co adalah sebuah perusahaan SaaS (software as a service) yang membuat email system dengan teknologi artificial intelligence.