Permainan Emosi untuk Meningkatkan Penjualan Anda

Mari renungkan sejenak : kapan terakhir kali Anda membeli sesuatu setelah membaca sales email? Apa yang Anda pikirkan? Dapatkah Anda ingat? Sekarang, bagaimana perasaan Anda? Anda ingat bukan? Emosi adalah faktor motivasi utama dalam kebiasaan pembeli.

Pemicu emosional, dalam email marketing merupakan taktik yang memunculkan perasaan conversion-driving dari pembaca Anda dengan segera. Jika Anda belum memasukan pemicu ini ke dalam email campaign Anda, sekarang adalah waktunya Anda memulainya.

Sebelum Anda mulai menulis email, Anda harus jelas mengenai satu hal : tujuan Anda. Apa tujuan email yang Anda buat? Anda ingin menjual sesuatu? Anda ingin memelihara hubungan? Atau, apakah Anda ingin para pembaca melihat konten baru dalam website Anda? Apapun yang akhirnya Anda tulis membutuhkan tujuan tertentu.

Berikut ini adalah beberapa tujuan email campaign yang populer :

  • Mengarahkan banyak traffic ke website
  • Meningkatkan sales conversion dan pendapatan
  • Meningkatkan engagement metrics email
  • Menumbuhkan dan mempertahankan subscriber dalam list

Emosi seperti apa yang ingin Anda gunakan sebagai salah satu faktor yang dapat menjadi trigger dalam email?

Sebelumnya, artikel yang kami tulis di sini  menjelaskan bahwa ada 8 jenis tone of voices yang dapat Anda gunakan dalam menulis email. Akan tetapi tidak hanya tone of voices, Anda juga dapat menambahkan emosi dalam email yang dikirimkan.

Sekali tujuan campaign Anda diketahui, ini waktunya untuk memutuskan emosi seperti apa yang ingin Anda hasilkan di dalam email. Potensinya tidak terhingga, tapi ada tujuh emosi yang paling banyak membawa perubahan. Untuk mengoptimasi email campaigns, bangkitkan salah satu dari perasaan ini:

  1. Belonging (memiliki)
    Belonging membuat penerima email merasa seolah mereka adalah bagian dari sesuatu yang utuh. Kata seperti “keluarga”, “bersama”, dan “kooperasi” dapat memunculkan adanya perasaan ini. Gambaran seseorang bekerja sebagai tim dengan orang lain atau dengan binatang dapat juga membantu fasilitas emosi ini. Picu rasa memiliki untuk memelihara hubungan dengan pembaca.

    Contoh : “Bersama, kita dapat melalui ini”.

  2. Hope (harapan)
    Hope adalah antisipasi bahwa sesuatu yang positif akan terjadi di masa depan. Anda dapat memicu harapan dengan memberikan ekspektasi bahwa hasil tertentu akan terjadi. Sebuah cara yang pintar untuk  membuat pembaca Anda merasa bahwa harapan adalah untuk menunjukan sebuah masalah dengan solusi pasti yang berhubungan dengan produk, jasa, atau konten website Anda.

    Contoh : “setelah Anda melihat ini, Anda tidak akan pernah memiliki masalah itu lagi”.

  1. Guilty (bersalah)
    Guilty digunakan dalam email marketing untuk membuat penerima Anda mengerti bahwa mereka dapat melakukan sesuatu yang benar. Picu rasa bersalah dengan memberitahu penerima bahwa jika mereka tidak beraksi, sesuatu dapat  menjadi salah, atau seseorang akan gagal. Ini merupakan salah satu metode paling  kuat untuk menghasilkan perubahan jika dilakukan dengan benar.

    Contoh : “jika Anda tidak menyediakan layanan yang baik, pelanggan Anda yang akan membayarnya tentu akan mengalami kerugian yang sangat besar”.

  2. Vanity (sombong)
    Vanity muncul dalam rasa bangga sesorang terhadap pengetahuan mereka, kepiawaian membuat keputusan, atau nilai diri sendiri. Puji pembaca Anda untuk memicu kebanggaan itu dengan beritahu mereka apa yang ingin mereka dengar.

    Contoh : “Anda tidak mungkin sampai sejauh ini, jika Anda tidak luar biasa”.

  3. Fear (takut)
    Fear adalah cara untuk membuat pembaca Anda merasa seolah mereka dalam bahaya jika mereka tidak melakukan aksi. Produk, jasa, atau konten Anda menjadi penyelamat saat Anda memicu ketakutan dalam email campaign Anda. Gunakan rasa takut untuk membuat orang belajar satu kemampuan baru (tunjukan pembaca Anda pada konten yang mengedukasi) atau membeli suatu produk atau jasa (kirim pembaca pada produk Anda).

    Contohnya : “satu dari enam orang yang tinggal di Amerika dapat terhindar dari beberapa situasi yang traumatik jika mereka mengetahuinya lebih cepat”.

  4. Lust (nafsu)
    Bayangkan Anda melambaikan sekotak keinginan didepan penerima Anda. Apakah pembaca Anda want to get the girl? Apakah pembaca Anda tampak lebih baik jika mengemudikan mobil mewah baru itu? Pacu nafsu dengan mengarahkan pembaca Anda pada perasaan bahwa mereka dapat mendapatkan yang lebih besar, lebih baik (rumput tetangga selalu lebih hijau).

    Contohnya : “bayangkan bagaimana Anda dapat merasa sempurna, kulit bercahaya, mulus dan bagaimana orang lain akan melihat Anda”.

  5. Greed (serakah)
    Munculkan perasaan menarik keinginan atas kekuasaan dari penerima email Anda. Biarkan pembaca Anda tahu mereka dapat menjadi lebih kaya atau lebih berpengaruh. Adanya keinginan untuk memiliki lebih banyak uang da[at memicu seseorang untuk lebih banyak menghabiskan uang.

    Contohnya : “dia menghasilkan 5 kali lebih banyak dalam setahun setelah memulai program ini”.

Bagaimana? Sudahkah Anda mendapatkan ide untuk menuliskan email?

Sekarang adalah bagian yang paling sulit. Anda harus memicu emosi pembaca dan membuat hal itu terlihat alami, tidak terlihat berlebihan sehingga menimbulkan kesan lebay.

Dapatkan artikel menarik lainnya dengan bergabung bersama kami di channel Telegram MailTarget. Click here to subscribe our newsletters.


MailTarget

MailTarget

We build email system with AI