Software As A Service. Image courtesy of Google

Bisnis pada abad ke 21 saat ini semua sedang bergerak menuju kearah pemberian solusi berbasis cloud. Masa dimana ketika perusahaan-perusahaan membeli sebuah program dan meng-install-nya ke dalam komputer masing-masing sudah lewat. Hal ini juga diprediksikan bahwa pada tahun 2018, lebih dari 60% dari perusahaan akan beralih ke teknologi cloud.

Software as a Service atau disingkat SaaS adalah menjadi trend terbaru di dalam dunia bisnis. SaaS telah memberikan solusi berbasis IT yang mudah dengan biaya yang rendah kepada berbagai macam organisasi-organisasi bisnis.

Tapi tunggu dulu, apa itu SaaS?

Bagi Anda yang masih merasa asing, Software as a Service atau biasa dikenal dengan istilah SaaS merupakan suatu lisensi perangkat lunak dan delivery model yang berbasis cloud. Hal tersebut memungkinkan Anda untuk dapat tetap mengakses data dimanapun dengan menggunakan device apapun melalui koneksi internet. Sebagian besar penyimpanan dan proses berlangsung di sever, host dan dikelola oleh vendor perangkat lunak.

Dengan adanya penyimpanan dan proses di dalam cloud, maka banyak orang yang dapat menggunakan informasi yang sama dalam waktu yang bersamaan. Dalam beberapa tahun terakhir, SaaS business model telah berkembang karena semakin banyak perusahaan yang tertarik untuk meningkatkan pemanfaatan SaaS.

Tanpa disangka, saat ini perkembangan SaaS sudah mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Forrester, bisnis pemasaran yang menggunakan layanan berbasis cloud diperkirakan akan tumbuh dari $40.7 miliar pada tahun 2011 menjadi $241 miliar pada tahun 2020. Dibandingkan dengan layanan perangkat lunak yang konvensional, SaaS diprediksikan akan menembus pasar hingga 25% pada tahun 2020.

Bahkan, SaaS tumbuh mendekati 5 kali lebih cepat daripada enterprise software. Kemudian pada akhir 2016, pendapatan global untuk SaaS software diperkirakan mencapai $106 miliar.

Tidak hanya itu saja. Perlu diketahui bahwa pada tahun 2026 pengeluaran yang digunakan pada infrastruktur public cloud akan meningkat hingga $173 miliar. Dengan pengeluaran untuk SaaS diperkirakan akan tumbuh dari $12 miliar di tahun 2016 menjadi $55 miliar pada tahun 2026.

Pasar SaaS akan terus bertumbuh hal itu dikarenakan salah satu faktornya adalah para pengguna merasa mudah untuk memanfaatkan Software as a Service. Produk SaaS sebagian besar dijual melalui para pelanggan dan dengan subscription based business model atau moda berlangganan. Hal ini juga memungkinkan bagi perusahaan untuk menghindari biaya modal awal yang besar dan biaya lisensi.

Sebagai salah satu perusahaan yang turut berkembang di bidang Software as a Service, Mailtarget.co membuat suatu layanan email marketing automation berbasiskan cloud computing yang bertujuan untuk membantu UKM untuk mengembangkan usaha mereka dan menjangkau audiens yang lebih luas lagi, didukung oleh teknologi behavioural analytics e-mail automation MailTarget.

MailTarget.co adalah sebuah SaaS (Software as a Service) startup yang berasal dari Jakarta. Kami membuat e-mail marketing automation berbasiskan cloud computing yang bertujuan untuk membantu UKM untuk mengembangkan usaha mereka dan menjangkau audiens yang lebih luas lagi, didukung oleh teknologi behavioural analytics e-mail automation MailTarget.