Image courtesy of unsplash.com

Tahun 2017 ini akan menjadi tahunnya kurasi. Saat ini, email telah berkembang dari alat percakapan transaksional menjadi sebuah komponen penting dalam penerbitan suatu konten. Hanya ada sedikit publikasi yang masih dibaca dari sumbernya langsung, sebaliknya, dengan menggunakan email, Anda dapat mendistribusikan konten agar langsung terkirim ke kotak masuk para pembaca.

Banyak media dan organisasi berita meningkatkan fokus pada newsletter dan email sebagai sumber utama dari konten. Contohnya :

  • The New York Times memiliki lebih dari 30 email newsletters, dengan sekitar 70% open rate.
  • Beberapa media bereksperimen dengan format dan style penulisan yang berbeda pada newsletters mereka, seperti yang dilakukan oleh Vox Sentences.
  • Jurnalis mengubah newsletters sebagai channel yang digunakan untuk menyebarkan tulisan mereka kepada para pembaca, seperti Leah Finnegan atau Dave Pell.

Dengan begitu banyak konten yang dibuat, peran email telah berevolusi menjadi lebih fokus pada kurasi. Jadi, bagaimana Anda dapat memastikan bahwa newsletter Anda akan tampil stand out di antara inbox pembaca yang penuh?

Tidak ada formula tertentu, berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda gunakan agar kurasi artikel dalam jangka waktu tertentu yang dibuat pada suatu newsletter dapat tampil stand out dan menarik minat pelanggan untuk membacanya:

  1. Buat agar tampak seperti surat bagi teman Anda
    Inbox biasanya penuh dengan berbagai macam promosi produk, pekerjaan, atau pesan-pesan yang tidak personal. Sebenarnya, email personal yang berasal dari seseorang, seperti teman atau keluarga akan tampak lebih menonjol.Beberapa newsletters dibuat agar tampak seperti surat pribadi pada pengenalan email mereka. Hal ini membuat newsletters yang Anda kirimkan tidak tampak seperti email yang membicarakan mengenai promosi produk, akan tetapi akan lebih terlihat seperti surat dari seorang teman. Sehingga para pelanggan merasa seperti adanya seseorang yang nyata menulis email tersebut, tidak merasa bahwa email tersebut dikirimkan oleh sebuah mesin dalam jumlah massal.
    Caranya : pembukaan dapat singkat dan mencakup isi email atau panjang dan bersifat pribadi. Pilih satu orang untuk menulis pembukaan secara konsisten untuk dapat membentuk suatu hubungan dengan pembaca, atau rotasikan pembukaan dari beberapa penulis dan editor yang berbeda setiap minggu.
  2. Fokus pada hal-hal yang penting dan bagikan link list Anda
    Aturan pertama dari percakapan dan pemasaran konten adalah jangan habiskan seluruh waktu Anda untuk membicarakan diri sendiri. Sebagai penyedia konten berarti Anda lebih dari sekedar membagikan suatu artikel. Salah satu contoh adalah newsletter dari Creative Mornings menambahkan fun stuff to click, yang meringkas suatu link menuju informasi yang disukai pembaca.Menggunakan email template juga memudahkan Anda untuk membuat tampilan newsletter Anda agar terlihat clean, dengan tampilan yang konsisten. Pada MailTarget, kami juga telah menyiapkan beberapa email templates yang dapat langsung Anda gunakan sewaktu-waktu.
    Caranya : selama Anda memiliki rencana ke depan untuk membuat newsletter yang berisi kurasi dari beberapa artikel, cara ini terbilang sangat mudah. Mulai kumpulkan links dari artikel yang telah Anda buat selama seminggu, sehingga Anda memiliki daftar yang siap digunakan untuk newsletter kapanpun.
  3. Buat newsletter agar terlihat simple
    Suatu newsletter biasanya memiliki banyak gambar, format yang indah dan berwarna-warni. Apabila hal tersebut tidak dikemas secara simple dan menarik, tentu saja akan terlihat sangat memusingkan. Email yang berisi sebuah header, tombol dan sebuah CTA (Call To Action) yang jelas adalah email yang efektif, terutama jika digunakan sebagai penyegar dari format Anda yang biasanya. Terkadang sederhana lebih baik ketika Anda memiliki clear action yang perlu di-highlight dalam newsletter.
    Caranya : headline, tombol, gambar, atau mungkin deskrisi, jangan terlalu dibuat bertele-tele sehingga terlihat memusingkan.
  4. Perhatikan details pada ilustrasi di dalam newsletter, seperti: warna
    Apabila Anda lebih memperhatikan details pada ilustrasi di dalam newsletter akan menjadi nilai plus tersendiri. Pembaca akan lebih fokus terhadap keaslian konten Anda dan semakin tertarik oleh isi konten, mungkin Anda bisa memberikan sentuhan pribadi seperti gambar tangan untuk dapat meningkatkan strategi komunikasi.
    Caranya : gambar sebuah ilustrasi yang menggambarkan inti konten Anda atau tulis kutipan dengan ukuran huruf yang besar. Foto mungkin berasal dari snapshot, instagram, twitter, atau video singkat dapat juga ditambahkan sebagai komponen media yang unik.

Mungkin beberapa cara di atas dapat Anda gunakan ketika ingin mengirimkan newsletter yang berisi kurasi dari artikel atau produk Anda.

Jangan sampai Anda melewatkan berbagai macam artikel seputar email marketing dan automation, silakan Anda bergabung dengan MailTarget Newsletter. Selain itu, ayo bergabung di channel Telegram MailTarget untuk informasi lainnya seputar MailTarget dan berita-berita terbaru. Stay tuned!


MailTarget.co adalah sebuah SaaS (Software as a Service) startup yang berasal dari Jakarta. Kami membuat e-mail marketing automation berbasiskan cloud computing yang bertujuan untuk membantu UKM untuk mengembangkan usaha mereka dan menjangkau audiens yang lebih luas lagi, didukung oleh Relevant Technology.

0