Strategi Utama untuk Menghindari Gmail Spam Filter

Bagaimana caranya memastikan bahwa email Anda tidak ditandai sebagai spam? Pada artikel ini, kami akan membahas bagaimana cara menghindari Gmail Spam Filter. Namun sebelumnya Anda perlu ingat bahwa terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi email deliverability Anda, antara lain:

  1. Membangun daftar email yang berkualitas dan berbasis izin
  2. Menciptakan konten yang relevan dan menarik
  3. Menguji dan mengoptimalkan email campaign Anda untuk mendorong lebih banyak open and clicks

Nah, sekarang berpindah ke pembahasan tentang Gmail Spam Filter. Apakah pesan email Anda konsisten dalam menjangkau inbox pelanggan Anda? Atau apakah mereka sering tertangkap oleh spam filter dari layanan email berbasis web, seperti Gmail, dan masuk ke folder spam?

Jika sebagian besar pelanggan Anda menggunakan akun Gmail - yang tentu saja memiliki kemungkinan besar karena ada lebih dari satu miliar pengguna aktif di seluruh dunia - kami menyediakan beberapa strategi utama untuk membantu Anda menghindari pengaturan dan filter dari Gmail spam.

Anda mungkin akan merasa bahwa tips dan taktik ini berguna tidak hanya untuk Gmail spam filter, namun juga bagaimana cara menghindari spam filter untuk layanan email berbasis web lainnya.

Bagaimana Gmail Spam Filter Bekerja?

Tidak peduli apapun jenis perusahaannya, banyak orang yang memberikan pertanyaan: Bagaimana spam email filter bekerja dan mengapa beberapa email langsung menuju spam?

Cara kerja dari spam email filter itu beragam. Sebagian besar webmail providers menggunakan algoritma mereka sendiri untuk melakukan penyaringan email. Namun, reputasi pengiriman email Anda, kualitas konten email Anda, dan keterlibatan pelanggan Anda semua memiliki dampak signifikan pada apakah email Anda dapat diklasifikasikan sebagai spam atau tidak.

Untuk membantu memastikan webmail providers tidak melaporkan spam email untuk campaign Anda, pastikan Anda menggunakan autentikasi email yang benar dan reputasi pengiriman pada Internal Protocol (IP) Anda dalam kondisi yang baik.

Dalam hal autentikasi email, Sender Policy Framework (SPF) dan DomainKeys Identified Mail (DKIM) adalah standar utama yang digunakan oleh sebagian besar Internet Service Providers (ISP) dan spam filter providers. Selanjutnya, reputasi pengiriman Anda juga ditentukan oleh sejumlah faktor, termasuk blacklisting, bounce rates, dan spam complaints.

Untuk penulisan konten, hindari format email yang dapat mengindikasikan bahwa email Anda adalah spam, seperti:

  1. Menggunakan berbagai ukuran font, gaya, dan warna
  2. Menggunakan CAPSLOCK pada penulisannya
  3. Menggunakan banyak link ke domain yang berbeda-beda
  4. Menggunakan simbol dan angka untuk membantu mengeja kata-kata
  5. Menggunakan gambar berukuran besar dalam jumlah yang banyak

Mempertahankan daftar email yang berkualitas tinggi juga merupakan kunci untuk melewati spam filter. Jika Anda mengirim email campaign ke alamat email yang tidak benar atau prospek dan pelanggan maka secara konsisten mereka akan mengabaikan email dari Anda, reputasi email dan deliverability Anda akan terganggu.

Bagaimana Gmail Menentukan Sebuah Email Dikatakan sebagai Spam?

Algoritma dalam Gmail’s junk mail dan user-created Gmail forwarding rules cukup efektif untuk menyaring email yang tidak diminta dan tidak diinginkan, kemudian secara otomatis mengirimkannya ke spam folder penerima. Sayangnya, ada kalanya email yang baik tetap ditandai sebagai spam, meskipun pelanggan ingin menerimanya.

Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa email dapat dikategorikan sebagai spam atau mengapa aturan di Gmail dapat menghasilkan pesan diblokir secara otomatis:

  1. Konten
    Biasanya salah satu penyebab paling umum yang menjadikan email masuk ke dalam junk box itu disebabkan karena kata-kata atau frasa tertentu yang ditemukan dalam pesan dan baris subjek dapat menyebabkan mereka masuk ke dalam spam filter.

  2. Tautan
    Jika pesan menyertakan tautan ke situs web yang masuk ke dalam blacklist, hal tersebut dapat menyebabkan pesan juga masuk ke dalam email spam filter.

  3. Header
    Jika terjadi ke-tidak-konsistenan alamat dan domain pada alamat pengiriman dan membalas email, maka email akan di filter sebagai spam.

  4. Engagement
    Penerima dapat mengelola filter settings dan dengan sengaja memberi label pesan tertentu sebagai spam. Namun, pada engagement metrics, seperti open dan click-through rates, juga dapat memengaruhi proses email filter. Peningkatan jumlah Internet Service Providers (ISP), termasuk Yahoo! dan Gmail, menggunakan engagement metrics tersebut untuk menentukan apakah email secara otomatis akan menghapus spam email atau diblokir atau di-filter sebagai spam.

    Google hanya berusaha memberikan user experience terbaik, seperti yang dilakukan algoritma pencarian Google. Jadi, Google engagement metrics sebagai indikator apakah pengguna tertarik dengan email dari daftar pengirim yang disetujui atau tidak.

Cara Mencegah Email dari Kategori Spam

Cara menghindari spam filter saat mengirim email sangat penting bagi marketing team atau sales team. Berikut adalah beberapa strategi penting dan tips pengujian spam filter untuk membantu agar email yang dikirimkan masuk ke Gmail inbox dan mencegah masalah deliverability di masa mendatang:

  1. Periksa isi email Anda.
    Jika Anda memiliki masalah deliverability, periksa untuk melihat apakah memuat konten yang tidak sesuai. Mulailah dengan mengirim pesan netral ke alamat Gmail menggunakan infrastruktur pengiriman yang ada termasuk alamat yang digunakan untuk mengirimkan email, domain, dan alamat IP.Selain itu, perlu diingat bahwa bisa saja gambar atau link yang menyebabkan masalah deliverability.

  2. Beritahu pelanggan untuk melihat pesan email Anda.
    Email untuk mengkonfirmasi pembelian atau pelanggan baru adalah email yang paling banyak dibuka. Jadi gunakan kesempatan tersebut untuk memberitahu pelanggan Anda untuk selalu memeriksa spam folder mereka jika mereka tidak menerima email dari Anda. Mungkin saja pengguna telah membuat aturan email atau spam filter yang memblokir atau menandai konten Anda sebagai spam. Anda mungkin juga ingin mengingatkan mereka cara menetapkan aturan di Gmail dan membiarkan Google mengetahui email Anda diinginkan dengan mengeklik tombol "not spam" jika mereka menemukan email Anda di Gmail spam folder mereka.

  3. Minta pelanggan menambahkan alamat email Anda ke daftar kontak Gmail mereka.
    Ini akan membantu memastikan bahwa email Anda tidak secara otomatis masuk ke dalam spam folder penerima.

  4. Lacak engagement metrics Anda.
    Apakah pelanggan Anda membuka dan mengklik email Anda? Atau apakah mereka melewatkan dan menghapus email Anda tanpa membukanya, berhenti berlangganan, atau melaporkannya sebagai spam? Gmail menggunakan engagement metrics tersebut untuk menentukan apakah pengguna menginginkan email Anda. Jadi, jika pelanggan Anda tidak aktif - yaitu, jika mereka belum membuka atau mengeklik email Anda dalam jangka waktu tertentu, seperti 6 bulan - Anda harus mempertimbangkan untuk menjalankan re-engagement campaign. Dengan cara ini, Anda akan mengidentifikasi pelanggan yang tidak tertarik untuk menerima email Anda dan dapat menghapusnya dari daftar Anda.

  5. Buat langkah untuk melakukan unsubscribe dengan cepat dan mudah.
    Seberapa mudah bagi orang untuk berhenti berlangganan dari daftar email Anda? Apakah ini merupakan proses yang hanya satu langkah sederhana? Apakah tautan berhenti berlangganan mudah ditemukan? Apakah Anda segera menanggapi permintaan berhenti berlangganan? Jika orang tidak dapat dengan mudah berhenti berlangganan, mereka cenderung melaporkan email Anda sebagai spam dan melukai reputasi email Anda.

  6. Buat proses berlangganan opt-in.
    Sebenarnya, Google menyarankan untuk menggunakan proses double opt-in. Selain itu, Google merekomendasikan agar tidak menggunakan pre-checked opt-in pada check boxes.

  7. Pertimbangkan untuk menggunakan alamat IP khusus dan domain pribadi.
    Hal ini adalah cara penting untuk memastikan “kepatuhan” terhadap strategi autentikasi Gmail.Pada saat sewaktu-waktu Anda menggunakan alamat IP yang baru, pastikan untuk menggunakan strategi peningkatan IP: Mulailah dengan mengirimkan email dengan jumlah yang kecil terlebih dahulu, kemudian secara bertahap tingkatkan jumlah pengiriman email selama beberapa minggu.

Pastikan Anda jangan sampai lupa untuk menerapkan tujuh tips di atas ya!

Terus perbaharui artikel-artikel seputar email marketing di MailTarget. Anda dapat bergabung ke channel telegram MailTarget atau subscribe ke newsletter kami disini. Dapatkan artikel lainnya di **Blog MailTarget**.


MailTarget.co adalah sebuah perusahaan SaaS (software as a service) yang membuat email system dengan teknologi artificial intelligence.