Tantangan dalam Email Marketing? Tidak Perlu Khawatir!

Email marketing adalah channel marketing yang paling efektif akan tetapi juga memiliki banyak sekali tantangan. Saat Anda dapat menyelesaikan tantangannya, hal itu dapat menambah ROI yang Anda miliki.

Sekali lagi, email diklaim sebagai taktik marketing yang paling efektif. Akan tetapi secara bersamaan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Marketing Charts, email marketing juga merupakan sesuatu hal yang sulit untuk dieksekusi. Kabar baiknya yakni, Anda tidak perlu khawatir sebab akan selalu ada solusi untuk menyelesaikan tantangan dari email marketing itu sendiri.

Berikut telah kami rangkum menjadi 6 jenis tantangan dalam email marketing dan cara penyelesaiannya:

  1. Mengumpulkan Pelanggan Baru
    Laporan terakhir dari Campaigner menyebutkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi oleh email marketing adalah bagaimana caranya untuk mengumpulkan pelanggan baru. Laporan ini didapat berdasarkan survei yang telah dilakukan dari 506 email marketers, mereka mengeklaim bahwa meningkatkan open rates adalah masalah terbesar bagi mereka.

    Solusi

    Cara terbaik untuk mengumpulkan pelanggan baru adalah dengan cara memberitahukan secara jelas keuntungan yang akan didapat oleh pelanggan Anda. Apabila Anda memiliki proporsi nilai yang jelas, maka dapat membantu menjawab kegundahan pelanggan Anda selama ini sebelum mereka menekan opt-in button. Kegundahan yang dimaksud disini adalah pelanggan harus tau manfaat apa yang akan mereka dapat setelah membeli produkdari Anda.

    Hal tersebut juga menunjukkan apakah produk Anda memang layak dan berbeda dari kompetitor Anda. Istilahnya, biarkan mereka tahu mengapa mereka harus subscribe atau berlanggan pada email Anda dan manfaat apa sih yang akan mereka dapatkan.

    Tapi ingat, Anda harus selalu mengembangkan email list Anda secara teratur di samping membeli subscribers. Misalnya, Anda dapat mempromosikan email subscription pada website Anda dengan mengenalkan sidebar opt-in box. Anda juga dapat memberikan sign up button pada akhir pos. Selain itu, coba tawarkan insentif seperti free trial atau sample sebagai solusi alternatifnya.

    Pada tulisan sebelumnya, kami telah menuliskan artikel mengenai Bagaimana Cara Mendapatkan Email List?

  2. Menambah Open Rates
    Laporan menunjukkan bahwa menambah open rates menjadi salah satu tantangan dalam email marketing. Saat 26.3% dari responden merasa bahwa hal tersebut masih akan menjadi isu yang teratas, 20.2% lainnya percaya bahwa hal itu akan menjadi tantangan kedua dalam email marketing.

    Solusi

    Sebetulnya ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk menambah open rate di email marketing Anda. Fokus Anda harus bisa membuat email subject-lines yang kiranya itu eye-catching.

    Mengapa demikian?

    Tentu saja karena subject-lines itu yang akan dilihat pertama kali oleh pelanggan Anda  dan merupakan kunci tentang pesan yang dikirimkan. Tidak perlu panjang, Anda cukup membuat subject-lines yang istilahnya singkat tapi mengena dan menarik. Jika subject-lines Anda itu keren dan menarik, maka subscribers tentu ingin untuk membaca isi dan akhir dari email Anda. Jangan sampai kelewatan tulisan kami mengenai Tips Menciptakan Subjek Email yang Menarik.

    Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Sidekick dimana telah ditemukan bahwa subject-lines yang dipersonalisasi akan lebih banyak dibuka hingga mencapi 20% dibandingkan subject-lines yang tidak dipersonalisasi. Riset tersebut juga menjelaskan bahwa subject-lines yang terdiri dari 30 karakter atau dibawah itulah yang akan menghasilkan open rates. Jadi kuncinya adalah tulis yang singkat dan personalisasikan subject-lines Anda yang ditujukan secara khusus untuk penerima email Anda.

  3. Meningkatkan Jumlah Pengiriman
    Jika Anda tidak ingin email Anda berakhir pada spam box, maka Anda perlu menciptakan subject-lines yang menarik. Yups, seperti yang kita ketahui, email marketers berusaha dan berharap agar email yang dirimkan dapat lolos dari spamming. Tetapi selain spamming, isu mengenai jumlah pengiriman misalnya membuat kotak masuk email pelanggan penuh atau pengiriman email ke alamat yang tidak jelas. Hal ini juga merupakan tantangan yang harus diselesaikan. Saat tingkat pengiriman Anda itu rendah, Anda mungkin bisa di blok oleh Internet Service Providers. Jumlah pengiriman yang sedikit pun juga merupakan tanda bahwa Anda telah membuang-buang waktu, uang, dan usaha.

    Solusi

    Solusi terbaiknya yakni untuk mencegah agar Anda tidak dikategorikan berbuat spamming yakni dengan cara mencegah subject-lines Anda mengadung kata-kata yang termasuk ke dalam spam words. Kata-kata yang dimaksud sebenarnya banyak jenisnya, misalkan yang biasanya kita tahu yakni buy, cash, earn $, save $, sale, subscribe, make $, click, free, trial, cost, cheap, prize, and unlimited. Nah, cegahlah sebanyak mungkin untuk tidak menggunakan kata-kata tersebut.

    Setidaknya meskipun Anda tidak bisa berbuat banyak terhadap full inbox, Anda masih dapat menambah tingkat pengiriman Anda. Sebagai contoh, Anda mungkin ingin untuk menghapus kontak yang sudah tidak aktif dalam jangka waktu lama. Akan tetapi, jangan terburu-buru untuk menghapusnya, coba cek dulu dimana sekiranya kontak tersebut pada email list Anda.

    Anda juga dapat mencegah isu alamat email yang tidak ada dengan memberikan langkah ekstra dari proses opt-in. Anda dapat meminta pelanggan untuk enter informasi email dua kali atau mengkonfirmasi alamat email mereka melalui email konfirmasi. Jika pelanggan Anda mengubah alamat email mereka atau mungkin kehilangan akses terhadap alamat email yang sudah dibuat, berikan kepada mereka opsi untuk dapat memperbarui secara mudah tentang informasi kontak mereka.

  4. Mengembalikan Pelanggan Lama Anda
    Anda ingin mengembangkan email list Anda tetapi kenyataannya justru kehilangan subscribers tiap menitnya? Berdasarkan laporan, mengembalikan pelanggan lama Anda masuk ke dalam kategori tantangan yang dihadapi oleh email marketers. Jika Anda memiliki banyak pelanggan yang aktif, maka jangan lupa untuk selalu menjaga mereka agar tetap aktif.

    Solusi

    Cara terbaik guna memastikan bahwa pelanggan lama Anda akan lanjut untuk berlangganan atau tidak yakni dengan cara mengirimkan email yang relevan kepada audiens yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa Anda harus membuat segmen yang jelas pada email subscription. Dengan menggunakan segmentasi, Anda dapat mengetahui permasalahan tiap audiens yang tentunya berbeda-beda. Menurut Lyris, segmentasi email list akan memberikan hasil akhir yakni tingkat unsubscribe yang rendah hanya sekitar 228% dan akan menghasilkan jumlah customer hingga 21%.

  5. Click-Through Rates yang Rendah
    Problematika yang dihadapi email marketing lainnya yakni cara untuk meningkatkan click through rates dan menjaganya agar tetap konstan. Meskipun jika pelanggan membuka email Anda, bukan berarti mereka membaca semuanya ataupun mengeklik link di dalamnya. Apabila mereka tidak mengeklik berarti Anda kehilangan kesempatan agar mereka membeli produk Anda.

    Solusi

    Email list segmentation tidak hanya membantu retensi tetapi juga click through rates. Jika tingkat CTR Anda rendah, hal ini mengindikasikan banyaknya pelanggan yang tidak suka. Hal yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki keadaan ini yakni dengan mengadakan campaign tiap tahunnya. Kirimkan email pada pelanggan Anda yang berisikan pertanyaan mengenai apakah mereka masih ingin mendapatkan email dari Anda atau tidak, atau mungkin juga tawarkan opsi opt-out untuk mereka.

    Jumlah CTR yang rendah menjadi suatu tantangan bagi email marketing karena Anda terlalu sering mengirimkan email kepada para pelanggan. Fakta yang disebutkan oleh The Relevancy Group and LiveCricker, mereka mengatakan jika Anda terlalu banyak mengirimkan email kepada pelanggan, akan menyebabkan mereka tidak suka dengan email yang Anda berikan. Berikan kesempatan pada pelanggan Anda untuk customize frekuensi tingkat pengiriman email.

    Solusi lainnya yakni dengan mengggunaan desain responsive untuk email Anda. Hal ini merupakan kuncinya karena 65% dari email kebanyakan diakses melalui mobile device tiap harinya (baca juga di sini). Jika email Anda tidak teroptimalisasikan dengan baik untuk mobile, maka mungkin akan membutuhkan waktu yang lama untuk loading atau menyebabkan email Anda menjadi tidak dapat dibaca dengan font sizes yang kecil. Hal ini akan membuat pelanggan kecewa dan tidak suka serta menghasilkan CTR yang rendah.

  6. Meraih ROI yang Dapat Terukur
    Terakhir, untuk meraih ROI yang dapat terukur pun merupakan tantangan dalam email marketing. Sebagai hasil akhirnya, marketers sering kali mengalami kesusahan untuk meraih ROI yang dapat terukur. Mungkin Anda melihat peningkatan sebanyak 4% di CTR pada email blast terakhir Anda, tetapi apakah Anda juga mengalami peningkatan pada conversions atau leads?

    Solusi

    Closed-loop marketing dapat membantu untuk mengukur ROI email Anda. Close-loop marketing akan mengizinkan Anda untuk mem-follow pelanggan saat mereka pertama kali mengunjungi website Anda hingga mereka sampai pada tahap konversi akhir yakni melakukan pembelian.

Kesimpulan

Sepertinya akan selalu ada tantangan baru dalam email marketing sama halnya dengan marketing channel lainnya. Tetapi Anda jangan pernah menyerah karena pasti akan selalu ada cara untuk menyelesaikan tantangan tersebut. Gunakan tips di atas dalam menghadapi problematika email marketing dan ide solutif untuk menyelesaikannya.

Silakan Anda bergabung dengan channel Telegram MailTarget. Baca berbagai macam artikel seputar email marketing di blog MailTarget.  Kami menyediakan newsletter yang berisikan tips & perkembangan seputar email marketing gratis, silakan bergabung [disini].


MailTarget.co adalah sebuah perusahaan SaaS (software as a service) yang membuat email system dengan teknologi artificial intelligence.