image courtesy of google

Salah satu bagian yang terpenting dalam email sebelum konten adalah subjek. Yup, subjek email. Kami sangat setuju dengan sebuah pernyataan : “People do judge emails by their subject lines”.

Subjek pada email atau biasa dikenal juga dengan subject line merupakan first impression pembaca terhadap email yang kita kirimkan. Tidak percaya?

Faktanya, 33% dari para penerima email memutuskan untuk membuka email atau tidak berdasarkan dari subject line. Oleh karena itulah, sangat penting untuk menciptakan suatu subject line yang menarik sehingga mampu membuat orang-orang tertarik meng-klik email tersebut.

Bayangkan saja, berapa banyak email dalam sehari yang harus diterima oleh orang-orang? Sehingga, kita sebagai pebisnis dituntut untuk terlihat standing out diantara “keramaian” email-email tersebut.

Jadi, ingin email Anda dibuka, dibaca dan diklik? Semua itu berawal dari subject line. Berikut cara untuk menciptakan subject line yang menarik:

Singkat, tapi manis.

Email subjek yang terlalu panjang akan “terpotong” apabila dibaca melalui mobile devices. Seperti yang pernah kami sebutkan di sini, bahwa sebanyak 53% email dibuka pertama kali melalui mobile devices. Oleh karena itu, kami menyarankan untuk membuat subject line kurang dari 50 karakter untuk memastikan bahwa para pembaca dapat membaca subjek pada email secara keseluruhan.
Jika Anda kesulitan untuk menciptakan subject line yang singkat, coba perhatikan dan hapus kata-kata yang terlalu bertele-tele. Contoh, jika Anda mengirimkan email konfirmasi pesanan, email subjek seperti “Pesanan Anda Sedang Diproses” terlihat lebih singkat dibandingkan dengan “Pesanan dengan Nomor ID #789HJK980 Sedang Diproses”. Hal tersebut juga berlaku untuk email rutin Anda, apakah Anda memang perlu mencantumkan kata “update” atau “newsletter” disitu? Berdasarkan penelitian, fakta mengungkapkan bahwa email yang mengandung kata “newsletter” pada subject lines akan mengalami penurunan pada open rates sebesar 18.7%.

Gunakan nama si pengirim.

Mari kita semua berterima kasih kepada para pengirim spam email. Berkat mereka saat ini kebanyakan orang merasa ragu untuk membuka email yang didapat dari pengirim yang tidak dikenal. Tidak ada orang yang suka berbicara kepada robot. Coba bayangkan ketika Anda menelepon suatu perusahaan dan tidak ada satupun orang yang meng-handle telepon dari Anda. Sangat menjengkelkan, bukan? Hal inipun berlaku untuk email juga.
Jangan pernah menggunakan noreply@company.com. Kami garis bawahi sekali lagi, jangan pernah menggunakan alamat email tersebut. Jangan. Pernah. Kirim email dengan menggunakan nama si pengirim, contoh raniastri@mailtarget.co.

Gunakan personalization tokens.

Anda dapat menggunakan personalization tokens seperti nama atau lokasi pada subject line karena akan memberikan kesan akrab — terutama jika Anda menggunakan nama. Hal tersebut akan memberikan nilai plus berupa clickthrough rate yang meningkat. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh the Science of Email Marketing, bahwa email yang mengandung firstname dari penerima pada subject line dapat menghasilkan clickthrough rate yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang tidak.
Mungkin Anda dapat membuat membuat subject line seperti : “Selamat Ulang Tahun Reza — Kejutan Untuk Kamu”. Tidak hanya mengirimkan email dengan subject line yang mengandung firstname, tapi juga tepat ketika penerima email sedang berulang tahun. Wow, great personalization and great timing.
Namun, jangan memberikan sentuhan personalisasi yang terlalu berlebihan karena hal itu justru terkesan sangat menakutkan karena Anda akan terlihat seperti stalker. Berikan sentuhan personalisasi yang terasa pas kepada para pembaca.

Hindari janji palsu.

Biasanya pada subjek email berisi janji Anda kepada para pelanggan mengenai apa yang ingin Anda sampaikan di dalam pesan. Pastikan Anda membuat suatu komitmen yang baik dan jangan pernah memancing para pelanggan untuk membuka email dikarenakan dengan janji-janji palsu yang Anda tulis. Hal tersebut dapat membuat kesal para pelanggan Anda dan merekapun belajar untuk tidak mempercayai subjek yang tertera pada email Anda lagi. Kemudian, apa yang terjadi? Tentu saja open rate Anda akan turun secara drastis dan unsubscribe rate Anda akan meningkat.

Beritahu para pelanggan apa isi email Anda.

Masih berbicara mengenai janji, jika pengunjung website melakukan download terhadap suatu penawaran dan Anda mengirimkannya via email, sebuah ide yang sangat menarik jika Anda menggunakan subject line yang berbunyi seperti, “Your New E-book is Coming” atau “Ini Hadiah Anda”, hal itu mampu memberikan respon yang lebih baik dibandingkan dengan ucapan simple seperti “Terima Kasih” pada subject line karena menjelaskan bahwa sesuatu yang Anda tunggu-tunggu telah datang.

Waktu yang tepat.

Mengirimkan email di waktu yang tepat dengan subjek email yang tepat dapat memberikan perbedaan yang besar pada open dan clickthrough rate. Contoh? Anda dapat mengirimkan email pada pukul 16.00 pada hari Jumat dan berisi “Where to Spend Your Weekend”. Tentu saja, waktu tersebut tepat bagi orang-orang untuk mencari tempat menghabiskan weekend bersama keluarga maupun teman.

Gunakan bahasa yang ringkas.

Perlu diingat bahwa orang membaca inbox dengan sangat cepat, sehingga semakin ringkas suatu subjek pada email maka akan semakin baik. Biasanya akan semakin lebih baik jika menggunakan bahasa yang lebih ringkas, dibandingkan dengan bahasa yang terlalu kompleks.
Ketika Anda membuat subject line yang ringkas, pikirkan terlebih dahulu tentang keuntungan apa yang akan didapat dari membaca email yang Anda kirimkan. Anda harus menyampaikan keuntungan tersebut dengan jelas.

Buat Orang Merasa Spesial.

Gak cuma martabak yang bisa spesial :). Permainan psikologi merupakan sesuatu yang sangat kuat. Ketika seseorang telah merasa spesial, di dalam dirinya akan muncul rasa kepemilikan. Hal-hal seperti itulah yang akan membuat seseorang loyal kepada perusahaan Anda. Berikut beberapa ide ungkapan yang dapat Anda gunakan:

  • “Untuk para pelanggan kami tercinta”
  • “Sebuah penawaran special untuk Anda”
  • “Hadiah dari kami untuk Anda”

Create a sense of urgency.

Salah satu cara efektif pada subject line style yang akan memancing para pelanggan untuk membaca email Anda adalah urgensi atau adanya suatu kepentingan yang mendesak. Subject line yang dibuat dengan adanya kesan urgensi dan eksklusif dapat memberikan open rate yang lebih tinggi sebesar 22%. Gunakan kata-kata seperti: “khusus hari ini” atau “24-hour giveaway” dapat mendorong pelanggan Anda untuk bertindak saat ini juga, tidak menundanya besok atau nanti. Memberikan kesan urgensi adalah salah satu prinsip psikologis yang dapat membantu orang untuk membuka dan mengklik email Anda.

JANGAN GUNAKAN HURUF CAPSLOCK atau terlalu banyak tanda seru!!!!!

Sebuah subject line mengatakan, “DAPATKAN GRATIS HANYA UNTUK HARI INI” atau “Diskon 50% khusus hari ini!!!!!!!” tidak akan menjamin email Anda untuk dibuka. Kenyataannya, hal itu justru mengesankan email Anda sangat mengganggu. Email Anda memberikan kesan seperti “berteriak” dan menggunakan huruf dalam bentuk capslock semua atau terlalu banyak tanda seru dapat mengakibatkan kesalahpahaman.
Data mengungkapkan, lebih dari 85% pelanggan memilih membaca subject line dengan menggunakan huruf all-lowercase. Huruf yang menggunakan capslock terkesan sangat spam.
Daripada menggunakan taktik ngotot seperti ini untuk dikirimkan kepada para pelanggan, coba personalisasikan email Anda dan gunakan bahasa yang mudah diingat dan menyenangkan.

Bagaimana mudah bukan? Membuat suatu subject line yang dapat memancing para pelanggan tidaklah sulit. Semua itu tergantung pada pemilihan kata yang Anda gunakan.

Apakah Anda menyukai artikel ini? Kami mengirimkan newsletter yang berisikan tips & perkembangan seputar email marketing gratis, silakan bergabung [disini]. Baca juga artikel-artikel lain seputar email marketing di blog MailTarget dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MailTarget untuk informasi lainnya seputar MailTarget dan berita-berita terbaru.


MailTarget.co adalah sebuah SaaS (Software as a Service) startup yang berasal dari Jakarta. Kami membuat e-mail marketing automation berbasiskan cloud computing yang bertujuan untuk membantu UKM untuk mengembangkan usaha mereka dan menjangkau audiens yang lebih luas lagi, didukung oleh Relevant Technology.

0