Image courtesy of unsplash.com

Kirim ulang email campaign Anda. Dapat menjadi sebuah langkah yang dapat Anda pertimbangkan untuk dilakukan. Bahkan langkah tersebut dapat meningkatkan open rates hingga 8.7%? Anda tidak percaya? Tentu saja ada data pendukung untuk hal itu.

Open rates pada mengirim ulang campaign (resend campaign) tidak akan sebaik yang dikirim pertama kali, tapi bukan hal yang buruk juga. Sebuah survey terhadap 1.300 user yang mengirim email campaign kemudian mengirimnya lagi beberapa saat setelahnya mengindikasikan bahwa rata-rata open rates pada campaign yang pertama adalah 26.7%. Tidak buruk, tapi user ini tahu mereka dapat melakukannya dengan hasil yang lebih baik lagi, jadi mereka mengirim ulang campaign yang sama dan open rates bertambah hingga 8.7%. Wow, sebuah hasil yang cukup signifikan.

Tentu saja, open rates bukan satu-satunya yang penting. Click rates juga penting, dan Anda harus khawatir pada pengurangan list dari unsubscribes dan komplain. Anda harus ingat kompalin ini akan sangat berdampak pada deliverability, dan Anda tidak ingin bermain-main dengan deliverability untuk dapat masuk ke dalam inbox para penerima email.

Ada beberapa faktor yang membuat resend campaign lebih atau kurang sukses.

Metodenya?

Adanya suatu penelitian mengenai cara memastikan impact dari resend campaign sangatlah penting, jadi baca detail prosesnya. Hasil penelitian tersebut berdasarkan pada impact tambahan dari resend campaign dalam total open, click, unsubscribe, dan komplain dari pengiriman original (pengiriman email yang pertama kalinya).

Jadi hasil ini tidak dilihat dari open rates dari resend campaign, tapi melihat tambahan list dari hasil campaign original, dan memperlakukannya seolah itu memang bagian dari campaign original.

Hal ini menunjukkan impact sesungguhnya dari resend campaign pada bagian yang penting : jumlah subscriber yang melihat email Anda.

Dalam resend campaign, haruskah Anda mengganti subject line?

Jawabannya : jangan lakukan.

Penelitian selanjutnya membandingkan resend campaign ke dalam : mereka yang menggunakan subject line sama dan mereka yang mengubahnya.

Orang-orang yang menggunkan subject line berbeda untuk resend campign mereka menunjukan open rates yang lebih kecil (8.5%) dan lebih banyak komplain (0.15%) daripada orang-orang yang menggunakan subject line sama (open rates 8.9% dan tingkat komplain 0.13%). Perbedaan pada click rates dan unsubscribe rates sangat kecil (5.2% dan 5.1%). Jadi lebih baik menyamakan subject line yang Anda gunakan pada campaign original.

Merubah nama yang terlihat?

Jawaban : jangan lakukan.

Nama yang terlihat adalah nama yang akan banyak dilihat oleh subscriber ketika email Anda masuk ke inbox mereka. Data mengindikasikan bahwa merubah nama memang meningkatkan open rates (meningkat sebanyak 1%), tapi menurunkan click rates (0.2%), serta dapat menaikkan jumlah unsubscribe dan komplain (0.8% dan 0.17%). Jadi akan lebih baik jika nama yang digunakan terlihat tetap sama. Anda mungkin mendapatkan lebih banyak subscriber yang membuka email, tapi Anda tidak akan mendapatkan banyak subscriber yang mau terhubung dengan email dalam cara yang positif.

Mengirim ulang campaign dapat menjadi cara yang kuat untuk mendapatkan lebih banyak open rates dan click rates, tapi tentu saja hal ini juga sangat beresiko. Berdasarkan data, Anda dapat meminimalkan resiko dengan menjaga subject line dan nama yang terlihat tetap sama. Kenapa? Hanya spekulasi, akan tapi bayangkan ini sebagai kepercayaan. Jika Anda jujur dan berterus terang tentang siapa Anda dan kenapa Anda mengirim email, kebanyakan subscriber akan senang untuk berhubungan dengan Anda. Lagi pula, bukankah ini adalah alasan mengapa mereka sign up? Jadi Anda tidak perlu menjadi tricky.

Yups, tentu saja mengambil langkah dalam suatu strategi pengiriman email marketing tidak dapat dilepaskan dari berbagai macam resiko. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba kan?

Bergabunglah dengan channel telegram MailTarget untuk info lainnya. And don’t forget to subscribe our newsletter here.


MailTarget.co adalah sebuah SaaS (Software as a Service) startup yang berasal dari Jakarta. Kami membuat e-mail marketing automation berbasiskan cloud computing yang bertujuan untuk membantu UKM untuk mengembangkan usaha mereka dan menjangkau audiens yang lebih luas lagi, didukung oleh Relevant Technology.

0